Kompas.com - 21/12/2019, 18:36 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan AFP/Getty Images/Adem Altan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan, dia bakal membalas setiap sanksi yang dijatuhkan oleh AS.

Pernyataan itu dia sampaikan dalam konferensi pers seusai Muslim Summit yang digelar di Malaysia, dikutip harian Turki, Sabah.

Baca juga: Erdogan Ancam Tutup Pangkalan Tempat Bom Nuklir AS Disimpan jika Disanksi

Erdogan mengomentari UU Pertahanan 2020 yang disahkan oleh Senat AS, antara lain berisi larangan pengiriman jet tempur F-35.

Selain itu, Senat juga mengusulkan agar pemerintah menangguhkan partisipasi Ankara dalam program senjata termahal AS itu.

Keputusan itu diambil buntut keputusan Turki yang membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia, yang bakal dioperasikan April 2020.

Washington menganggap keberadaan S-400 tidak hanya mengganggu sistem NATO, namun dicurigai dipakai Rusia sebagai alat spionase.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Senat juga menyepakati sanksi atas pejabat pemerintah maupun perusahaan Turki yang terlibat dalam proyek kontroversial jalur pipa TurkStream.

Proyek itu bakal membawa gas alam tak hanya ke Turki, namun juga Eropa, di mana peluncurannya digelar Januari nanti.

Ankara juga teancam sanksi atas pembelian S-400 berdasarkan UU Menangkal Musuh AS Melalui Sanksi, atau CAATSA.

"Baik keputusan pembelian S-400 maupun jet tempur F-35 sudah terlaksana dan tidak bisa diganggu gugat," tegas Erdogan dilansir Ahval Jumat (20/12/2019).

Mantan Perdana Menteri Turki itu menerangkan, kebijakan sanksi yang diberikan Washington adalah pelanggaran hak mereka.

"Tentu, kami akan membalas dengan cara kami. Maksud saya, tentu kami bukan negara yang diam memperhatikan ini semua," bebernya.

Baca juga: Di Turki, Presiden Erdogan Puji Risma sebagai Perempuan Inspiratif

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Ahval News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.