Kompas.com - 20/12/2019, 11:20 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara pada reli kampanye di Battle Creek, Michigan, Amerika Serikat, Rabu (18/12/2019). Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga AS yang dimakzulkan setelah dalam sidang paripurna yang digelar 18 Desember malam waktu setempat, DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. ANTARA FOTO/REUTERS/LEAH MILLISPresiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara pada reli kampanye di Battle Creek, Michigan, Amerika Serikat, Rabu (18/12/2019). Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga AS yang dimakzulkan setelah dalam sidang paripurna yang digelar 18 Desember malam waktu setempat, DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell menilai, pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump tidak adil.

Berbicara dari gedung Senat, McConnell mengatakan DPR AS sudah menerapkan sidang paling tidak adil dan terburu-buru.

"Setiap faksi harus menyerah pada kemarahan partisan. Ini adalah sidang bukti tersedikit dalam sejarah AS," katanya.

Baca juga: Rupiah Tidak Terdorong Sentimen Pemakzulan Donald Trump

Donald Trump dianggap bersalah atas pasal pemakzulan Penyalahgunaan Kekuasaan dan Menghalangi Penyelidikan Kongres.

Dilansir AFP Kamis (19/12/2019), sidang itu kemudian bakal berlanjut di level Senat yang diagendakan bersidang Januari 2020.

Republik menjadi mayoritas dengan menguasai 53 dari 100 kursi, dan McConnell mengklaim bakal ada satu hasil nantinya.

Menurut politisi 77 tahun itu, dia sudah mempertimbangkan yang sesuai dengan sedikitnya bukti, proses yang tidak adil, maupun tak sesuai konstitusi.

"Senat harus menempatkannya di jalur yang benar," ujar Pemimpin Mayoritas Senat AS dari daerah pemilihan Kentucky itu.

Banyak kalangan meyakini, para senator Republikan yang merupakan sekutu Trump bakal membebaskan sang presiden dari pemakzulan.

"Tugas itu Senat sudah ditetapkan. Ketika waktunya tiba, kami akan segera memenuhi tugas itu," tegas sang pemimpin mayorityas.

Ucapan itu mendapat tanggapan dari Pemimpin Minoritas Chuck Schumer, yang menggunakan kata-kata McConnell sebagai serangan balik.

"Pemimpin McConnell sudah menerapkan sidang pemakzulan paling tidak adil, terburu-buru, dan sedikit bukti," sindir Schumer.

Dia mengklaim McConnell sudah menghalangi Demokrat guna memanggil sejumlah saksi kunci, yakni para pejabat Gedung Putih.

Baca juga: Ketua DPR AS Bungkam Politisi Demokrat yang Rayakan Pemakzulan Donald Trump

"Para saksi yang kami usulkan adalah orang-orang dari pemerintahan Donald Trump. Mereka bukan Demokrat," katanya.

Dia menjelaskan, kesaksian dari para pejabat Gedung Putih harus didengarkan, tidak tahu apakah nantinya bakal memberatkan.

"Tugas kami di Senat di atas segalanya adalah menggelar sidang yang cepat tetapi juga adil," tutur senator dari New York tersebut.

Trump dimakzulkan setelah percakapan teleponnya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, pada Juli lalu dilaporkan oleh sumber intelijen.

Dalam percakapan tersebut, Trump disebut menekan Zelensky untuk menyelidiki Joe Biden, calon rivalnya pada Pilpres AS 2020 mendatang.

Selain itu, Trump juga diduga menahan bantuan militer Ukraina sebesar Rp 5,4 triliun yang sudah disahkan Kongres AS sebagai alat untuk menekan Zelinsky.

Baca juga: Donald Trump Dimakzulkan, Bagaimana Awal Mulanya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.