Baru Keluar dari Penjara, Pembunuh Berantai Berjuluk "Jack the Ripper" Thailand Ditangkap Lagi

Kompas.com - 18/12/2019, 14:51 WIB
Somkid Pumpuang, pembunuh berantai yang mendapat julukan Jack the Ripper Thailand karena membunuh 5 perempuan yang terlibat di industri hiburan malam dan seks. Dia kembali ditangkap setelah sebelumnya sempat dibebaskan dari penjara karena diduga kembali melakukan pembunuhan. AFP/Royal Thai Police via Daily MailSomkid Pumpuang, pembunuh berantai yang mendapat julukan Jack the Ripper Thailand karena membunuh 5 perempuan yang terlibat di industri hiburan malam dan seks. Dia kembali ditangkap setelah sebelumnya sempat dibebaskan dari penjara karena diduga kembali melakukan pembunuhan.

BANGKOK, KOMPAS.com - Seorang pembunuh berantai berjuluk "Jack the Ripper" Thailand ditangkap lagi setelah dia dibebaskan atas kelakuan baik.

Somkid Pumpuang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 2005 silam setelah terbukti membunuh lima orang perempuan.

Para korbannya disebut terlibat dalam industri hiburan malam dan seks, sehingga Pumpuang dijuluki "Jack the Ripper" Thailand.

Baca juga: Jack The Ripper Thailand Selalu Setubuhi Korbannya

Karena dianggap sebagai "terpidana teladan", si pembunuh berantai mendapatkan pembebasan bersyarat pada Mei lalu.

Namun otoritas menyatakan, pria itu kini diburu buntut kasus pembunuhan staf hotel berusia 51 tahun di timur laut Negeri "Gajah Putih".

Berdasarkan pemberitaan Bangkok Post via Daily Mail Selasa (17/12/2019), Pumpuang diduga sudah mengincar korbannya lewat Facebook.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polisi mengungkapkan, Pumpuang memperkenalkan diri sebagai pengacara, dan tinggal bersamanya di Khon Kaen beberapa hari sebelum membunuh.

Korban tewas dengan tanda cekikan akibat kabel listrik, dengan pergelangan tangan dan kakinya dilaporkan diikat.

Polisi Thailand segera merilis identitas maupun fotonya sebagai "Sosok yang Paling Dicari", dan menawarkan hadiah 50.000 baht (Rp 23,1 juta).

Dilansir AFP Rabu (18/12/2019), beredar foto di mana otoritas menangkap si pembunuh berantai di kota Pakchong, Provinsi Nakhon Ratchasima.

"Somkid Pumpuang bisa ditangkap berkat informasi yang diberikan publik," ujar Mayor Jenderal Puttipong Musikul dari Kepolisian Khon Kaen.

Berdasarkan pemberitaan media lokal, si "Jack the Ripper" Thailand diketahui oleh salah seorang penumpang kereta.

Baca juga: Pembunuh Berantai Berjuluk Jack The Ripper-nya China Divonis Mati

Si penumpang mengenali Pumpuang yang mengenakan masker dan topi, dan segera mengirimkan gambar yang diambilnya ke polisi.

Departemen koreksi Negeri "Gajah Putih" menyatakan, mereka bakal segera meninjau kembali kebijakan pengurangan hukuman buntut kasus tersebut terkuak.

Tetapi di sisi lain, melakukan peninjauan berarti Thailand harus siap dengan penjara yang sudah overkapasitas.

Saat ini, ada sekitar 370.000 narapidana di berbagai penjara Thailand, dan jumlah itu tiga kali lipat dari yang bisa ditampung.

Negara Asia Tenggara itu mempunyai populasi penjara yang merupakan salah satu terbesar di dunia, dan menjadi masalah serius pemerintah lokal.

Sekitar 80 persen dari narapidana itu merupakan tahanan kasus yang berkaitan dengan narkoba.

Baca juga: Tukang Cukur Diyakini sebagai Pembunuh Berantai Sadis Jack the Ripper



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X