Kompas.com - 16/12/2019, 21:07 WIB

Azilah menjelaskan seperti diwartakan Malaysiakini, Najib menyebut sosok Altantuya sebagai "ancaman bagi keamanan nasional".

Begitu laporan itu keluar, Najib membantah dalam statusnya di Facebook, dan menuding pemerintahan Pakatan Harapan berada di balik pernyataan tersebut.

PM yang berkuasa pada 2009 hingga 2018 itu menyebut Pakatan Harapan sangat takut jika hanya berkuasa selama satu periode.

"Karena itu, mereka menciptakan lagi sebuah konspirasi untuk menentang dan berusaha memojokkan saya," ujar Najib.

Najib mempertanyakan mengapa informasi itu baru keluar setelah 13 tahun berlalu, dan pemerintahan Pakatan baru berusia 19 bulan.

"Saya yakin ini adalah bagian dari kesepakatan antara saya dengan Pakatan supaya hukuman matinya bisa ditunda," jelasnya.

Baca juga: Diduga Terima Dana 1MDB, Saudara Eks PM Malaysia Najib Razak Dijatuhi Sanksi Denda

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.