Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/12/2019, 21:07 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

Azilah dan Kopral Sirul Azhar Umar, anggota UTK lainnya, diputus bersalah dan divonis mati pada Pengadilan Tinggi Shah Alam pada 2009.

Baca juga: Terbukti Bunuh Model Mongolia, 2 Polisi Malaysia Divonis Hukuman Mati

Vonis itu sempat direvisi Mahkamah Banding pada Agustus 2013, namun dipulihkan lagi oleh Pengadilan Federal Malaysia di 2015.

Di tengah pengadilan kasasi itu, Sirul kabur ke Australia pada 2004, di mana Putrajaya tak bisa mengupayakan ekstradisi.

Sebabnya, Parlemen Australia mempunyai perundang-undangan yang melarang adanya ekstradisi ke negara yang masih menganut hukuman mati.

Dalam kesaksian tertulis tersebut, Azilah berujar dia bertemu Najib di Pekan, Pahang, dan menerima perintah verbal untuk mengeksekusi pembunuhan tersebut.

Azilah menjelaskan seperti diwartakan Malaysiakini, Najib menyebut sosok Altantuya sebagai "ancaman bagi keamanan nasional".

Begitu laporan itu keluar, Najib membantah dalam statusnya di Facebook, dan menuding pemerintahan Pakatan Harapan berada di balik pernyataan tersebut.

PM yang berkuasa pada 2009 hingga 2018 itu menyebut Pakatan Harapan sangat takut jika hanya berkuasa selama satu periode.

"Karena itu, mereka menciptakan lagi sebuah konspirasi untuk menentang dan berusaha memojokkan saya," ujar Najib.

Najib mempertanyakan mengapa informasi itu baru keluar setelah 13 tahun berlalu, dan pemerintahan Pakatan baru berusia 19 bulan.

"Saya yakin ini adalah bagian dari kesepakatan antara saya dengan Pakatan supaya hukuman matinya bisa ditunda," jelasnya.

Baca juga: Diduga Terima Dana 1MDB, Saudara Eks PM Malaysia Najib Razak Dijatuhi Sanksi Denda

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com