Kompas.com - 14/12/2019, 17:02 WIB

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara mengumumkan, mereka kembali menggelar "tes krusial" yang bertempat di situs peluncur satelit Sohae.

Kabar yang disampaikan oleh media pemerintah KCNA itu terjadi tak hanya di tengah buntunya perundingan Korut dengan AS.

Klaim itu diumumkan setelah AS juga melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah di Samudra Pasifik Kamis (12/12/2019).

Baca juga: Korea Utara Mengancam Bakal Beri Hadiah Natal, Ini Peringatan AS

"Tes krusial lain sukses dilakukan di Sohae pukul 22.41 sampai 22.48 pada 13 Desember," ujar juru bicara Akademi Sains Pertahanan Korea Utara.

Kepada KCNA, juru bicara itu menyatakan hasil tes tersebut bakal dipakai dalam memperkuat pertahanan nuklir strategis.

Dilansir AFP Sabtu (14/12/2019), juru bicara itu tidak membeberkan secara spesifik jenis tes apa yang tengah mereka gelar.

Situs Sohae yang berada di barat laut Korea Utara, biasanya merupakan lokasi yang dipakai untuk meluncurkan satelit ke orbit.

Tetapi, negara Barat seperti AS mengecam karena tempat itu biasanya digunakan untuk mengetes rudal balistik yang disamarkan sebagai uji coba roket.

Berdasarkan resolusi yang dirilis Dewan Keamanan PBB, Pyongyang dilarang menembakkan rudal, dengan mesin roket bisa dialihfungsikan sebagai pendorong misil.

Tes itu terjadi di tengah rasa frustrasi yang diderita Korut buntut negosiasi denuklirisasi dengan Washington.

Korea Utara pun mendesak AS supaya datang dengan penawaran baru. Jika tidak, mereka akan memberikan "hadiah Natal" tak menyenangkan.

Pada awal Desember, Korut sempat mengumumkan "tes yang sangat penting" di lokasi yang sama di situs satelit Sohae.

Pakar seperti Ahn Chan-il, pembelot Korut sekaligus peneliti di Seoul mengatakan, kemungkinan Pyongyang bakal menembakkan rudal balistik antar-benua (ICBM).

"Kemungkinan Korea Utara akan menyatakannya sebagai sistem roket. Namun yang sebenarnya adalah ICBM," ujar Ahn.

"Berbagai uji coba yang dilangsungkan di Sohae bisa dilihat sebagai persiapan menuju 25 Desember, apa pun itu," lanjutnya.

Baca juga: Korea Utara Sebut Trump Orang Tua yang Tak Sabaran

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.