Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Kompas.com - 13/12/2019, 11:18 WIB
Foto yang dirilis oleh Pengadilan Internasional (IJC) pada 10 Desember 2019 memperlihatkan pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi dan delegasi lainnya mengikuti persidangan gugatan genosida atas Rohingya yang dilayangkan oleh Gambia. AFP/UN Photo/ICJ/FRANK VAN BEEKFoto yang dirilis oleh Pengadilan Internasional (IJC) pada 10 Desember 2019 memperlihatkan pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi dan delegasi lainnya mengikuti persidangan gugatan genosida atas Rohingya yang dilayangkan oleh Gambia.

DEN HAAG, KOMPAS.com - Pemimpin sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi, melontarkan peringatan setelah negaranya dituding melakukan genosida atas Rohingya.

Hadir dalam pengadilan PBB di Den Haag, Belanda, Suu Kyi meminta hakim untuk menggugurkan kasus itu karena bisa menyalakan kembali krisis.

Dalam pidato penutup pasca-tiga hari sidang di Pengadilan Internasional (IJC), Aung San Suu Kyi mengeluarkan peringatan keras.

Baca juga: Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya


Menurutnya, membiarkan gugatan genosida atas Rohingya yang diajukan Gambia hanya akan "merendahkan proses rekonsiliasi yang berjalan".

Dia kemudian menunjukkan foto pertandingan sepak bola di area yang menjadi salah satu lokasi krisis Rohingya 2017.

Dilansir AFP Kamis (12/12/2019), Suu Kyi menjelaskan berdasarkan gambar itu, dia yakin bahwa perdamaian mulai kembali.

"Saya berdoa, semoga kalian membuat keputusan yang adil dan bijaksana agar bisa membantu kami menciptakan persatuan dalam perbedaan," katanya.

Dia mengatakan gugatan itu hanya akan menimbulkan kecurigaan, menabur keraguan, hingga memunculkan kebencian di antara masyarakat yang baru saja mulai membangun pondasi kepercayaan.

"Mengakhiri konflik internal adalah hal terpenting bagi negara kami. Lebih penting lagi menghindari menyalakan lagi krisis 2016-2017 di Rakhine," ujarnya.

Di tengah pidato berdurasi enam menit itu, puluhan massa pro-Myanmar berdiri di depan gedung IJC sembari berteriak "Kami Bersama Aung San Suu Kyi".

Dalam gugatannya di pengadilan PBB, Gambia menuduh Naypyidaw telah melanggar konvensi PBB 1948 soal genosida.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X