Kompas.com - 11/12/2019, 18:28 WIB

Kemudian pasal kedua menitikberatkan bagaimana Trump yang dianggap menghalangi Kongres dalam melakukan penyelidikan.

Demokrat menganggap sang presiden telah melanggar hak konstitusional mereka untuk mengawasi jajaran eksekutif.

Presiden sudah menolak segala bentuk investigasi. Bahkan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Penjabat Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney menolak bersaksi.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan, pemakzulan itu sangat menyakini hatinya, namun langkah tersebut diperlukan.

"Jika kami sampsi membiarkan satu presiden, maka ucapkan selamat tinggal republik, dan selamat datang 'presiden raja'," tegas Pelosi.

Jika pasal pemakzulan itu lolos di level DPR AS, maka Senat bakal melakukan pembahasan pada Januari mendatang.

Dari tahap ini, kemungkinan Trump dilengserkan dari jabatannya kecil. Sebab, Republik menjadi mayoritas di Senat.

Pasal itu butuh dua per tiga dukungan, dengan politisi Republik sejauh ini belum menunjukkan sinyal bakal merapat ke Demokrat.

Baca juga: DPR AS Rilis Bukti Pemakzulan Trump, Seperti Apa Isinya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.