Kompas.com - 10/12/2019, 17:47 WIB

Menurut Penasihat Demokrat Daniel Goldman, presiden 73 tahun itu terang-terangan meminta bantuan asing demi kepentingan politik pribadi.

"Dia secara jelas memberikan bahaya bagi pemilu kita yang bebas maupun kepentingan nasional," terang Goldman.

Upaya pemakzulan itu mendapat sikap kontra dari anggota DPR AS asal Partai Republik, Doug Collins, yang menyebut Demokrat mencoba mencari muka untuk Pilpres AS 2020.

Baca juga: Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

"Ini jelas-jelas bermuatan politik. Di mana kesalahannya hingga harus dimakzulkan? Mengapa kami harus menjalani proses ini?" tanyanya.

Kaum Republik menentang investigasi yang digelar Komite Kehakiman DPR AS, dengan Trump menyebutnya "hoaks" dan "memalukan".

Namun menurut jaksa Demokrat Barry Berke, terdapat "bukti signifikan" kesalahan Trump berdasarkan data yang dikumpulkan Komite Intelijen selama 10 pekan.

"Dalam skema untuk menekan Ukraina, pihak utama yang berada dalam skema itu adalah Presiden Donald Trump," terang Berke.

Dia kemudian memutarkan rekaman pengakuan diplomat AS yang terlibat, maupun tayangan di mana Trump berujar dia "berhak melakukan apa pun sebagai presiden".

Berke berkata, seorang saksi membantu memberikan dokumen berisi bukti yang tak terbantahkan bahwa Trump sengaja menekan Kiev.

Baca juga: DPR AS Rilis Bukti Pemakzulan Trump, Seperti Apa Isinya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.