China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer dan "Software" Buatan Asing

Kompas.com - 10/12/2019, 14:18 WIB
Partai Komunis China ketika merayakan 90 tahun berdirinya mereka di Foshan City pada 2011. Pekan ini,  mereka dilaporkan melarang kantor pemerintah menggunakan komputer dan software buatan asing.q ShutterstockPartai Komunis China ketika merayakan 90 tahun berdirinya mereka di Foshan City pada 2011. Pekan ini, mereka dilaporkan melarang kantor pemerintah menggunakan komputer dan software buatan asing.q

BEIJING, KOMPAS.com — Pemerintah China memerintahkan kantor pemerintah untuk menyingkirkan komputer ataupun software buatan asing.

Dalam kabar yang dirilis oleh Financial Times itu, Beijing dilaporkan ingin penyingkiran peranti itu terjadi dalam tiga tahun ke depan.

Keputusan itu dibuat oleh Komite Pusat Partai Komunis China, di mana mereka mewajibkan kantor pemerintah menggunakan teknologi lokal.

Baca juga: Efek Domino Perang Dagang AS-China ke Ekonomi Indonesia

Kebijakan itu diambil supaya "Negeri Panda" bisa mengurangi ketergantungan akan komputer maupun software buatan asing.

Analis pasar kepada FT, dikutip Sky News, Senin (9/12/2019), berujar, ada sekitar 30 juta peranti yang bakal dimusnahkan buntut kebijakan itu.

Penggantian itu dilaporkan bakal berlangsung bertahap. Sebanyak 30 persen peranti bakal diganti pada 2020 mendatang.

Kemudian 50 persen komputer ataupun software asing bakal dilenyapkan pada 2021, dan sisanya terjadi setahun setelahnya.

Instruksi dari Partai Komunis China itu hanya berefek pada kantor pemerintah, di mana sektor swasta masih diizinkan membeli dari luar negeri.

Arahan tersebut terjadi di tengah upaya China dan Amerika Serikat (AS) dalam mencari solusi atas perang dagang mereka.

Perang tarif yang diberlakukan dua negara adidaya itu membuat pertumbuhan ekonomi China mengalami perlambatan terparah pertama dalam 30 tahun terakhir.

Presiden AS Donald Trump mengklaim, negosiasi itu mengalami peningkatan di tengah perang dagang yang berlangsung selama 18 bulan.

Washington bakal menerapkan tarif atas impor dari Beijing lebih dari 150 miliar dollar AS (Rp 2.101 triliun) jika tenggat waktu pada 15 Desember tak tercapai.

Adapun arahan dari partai komunis terjadi setelah AS menjatuhkan serangkaian sanksi kepada raksasa telekomunikasi Huawei, Mei lalu.

Dalam pertemuan NATO pekan lalu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan, dia siap mengikuti langkah AS yang melarang Huawei.

Baca juga: Perang Dagang, Kinerja Ekspor China Kembali Anjlok



Sumber Sky News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X