Kompas.com - 10/12/2019, 13:44 WIB

WELLINGTON, KOMPAS.com - Sebanyak 13 orang diyakini meninggal dalam peristiwa gunung meletus di pulau Selandia Baru Senin (9/12/2019).

Perdana Menteri Jacinda Ardern menyatakan, tidak ada tanda kehidupan di Whaakari, Pulau Putih, menyusul erupsi yang terjadi.

Ardern mengatakan, fokus jajarannya adalah melakukan pemulihan dan "mengembalikan orang terkasih" begitu pulau dinyatakan aman.

Baca juga: Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Dari 13 orang yang diyakini meninggal, lima orang di antaranya telah terkonfirmasi, sementara delapan sisanya masih hilang.

"Bagi mereka yang kehilangan orang terkasih, kami ikut dalam kesedihan dan penderitaan yang Anda alami," kata PM Ardern.

Polisi menjelaskan, 34 orang dilaporkan selamat dalam peristiwa gunung meletus, dengan sebagian besar dirawat di rumah sakit.

Para turis itu berasal dari warga Selandia Baru, Australia, Jerman, China, Malaysia, Amerika Serikat (AS), serta Inggris.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison berujar, pihaknya sudah bersiap jika di antara korban tewas adalah warganya.

"Ini adalah hari berat bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dalam tragedi ini," ujar Morrison di Sydney dilansir AFP.

Baca juga: 57 Warga dari Tiga Desa Diungsikan akibat Erupsi Gunung Karangetang

Bagaimana Kronologinya?

Polisi menerangkan dikutip BBC, sekitar 47 turis berada di Pulau Putih ketika erupsi terjadi pada Senin siang waktu setempat.

Rinciannya adalah 24 wisatawan dari Australia, 9 dari AS, 5 warga Selandia Baru, 4 dari Jerman, dau dari China, dan sisanya Malaysia.

Korban pertama adalah pemandu wisata lokal bernama Hayden Marshall-Inman, warga setempat dari kota terdekat Whakatane.

Pemandu lain, Tipene Maangi, dilaporkan masuk dalam daftar korban hilang, di mana keluarganya mengaku Maangi ditelepon di tengah hari liburnya.

Sementara Komisioner Tinggi Inggris untuk Selandia Laura Clarke berkata, dua warganya masuk dalam korban yang dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Gunung Meletus Muntahkan Lahar, Ribuan Warga Hawaii Dievakuasi

Pejabat kesehatan Pete Watson menuturkan, 27 dari 34 yang selamat mengalami luka bakar hingga 71 persen di tubuhnya.

"Sangat penting untuk sama sekali tidak meremehkan tingkat penderitaan yang dialami oleh para korban," tegas Watson.

Apa yang Terjadi pada Gunung Itu?

Meski termasuk pulau dengan gunung berapi teraktif di Selandia Baru, Whaakari tetaplah destinasi wisata yang populer.

Ardern mengungkapkan, terdapat dua letusan yang terjadi pada pukul 14.11 waktu setempat, menyemburkan abu dan kepulan asap.

Sebuah rekaman memperlihatkan ketika beberapa turis berada di sekitar lantai kawah sebelum erupsi dan pemandangannya jadi gelap.

Sejak saat itu, tim penyelamat belum bisa melakukan penyisiran karena kondisi yang berbahayanya, seperti kepulan asap dan abu masih menyembur.

Baca juga: Wah, Piza Berapi seperti Gunung Meletus

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.