3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Kompas.com - 07/12/2019, 05:00 WIB
Pangkalan Angkatan Laut Pensacola yang berlokasi di Florida, Amerika Serikat. Reuters via BBCPangkalan Angkatan Laut Pensacola yang berlokasi di Florida, Amerika Serikat.

MIAMI, KOMPAS.com - Sebanyak tiga orang tewas dalam penembakan di Pangkalan Angkatan Laut AS di Pensacola, Florida, dengan pelaku diduga tentara Arah Saudi.

Si pelaku disebut adalah anggota Angkatan Udara Saudi, dan tengah berpartisipasi dalam program pelatihan di Pensacola.

Penegak hukum menyatakan, tentara Arab Saudi itu ditembak mati dalam penembakan yang tak hanya menewaskan tiga orang, tetapi juga melukai delapan lainnya itu.

Baca juga: Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Otoritas menyatakan, mereka menerima laporan adanya baku tembak dalam salah satu kelas pada pukul 06.51 waktu setempat.

"Berjalan di TKP serasa berada dalam film," terang Sheriff Escambia County, David Morgan, dilansir BBC, Jumat (6/12/2019).

Berdasarkan situs resmi, Pangkalan AL AS Pensacola menampung 16.000 personel militer serta 7.400 pekerja sipil.

Seperti apa reaksi yang muncul?

Gubernur Florida Ron DeSantis mengatakan, banyak pertanyaan yang harus segera dijawab oleh Pemerintah Arab Saudi.

"Seperti fakta pelaku penembakan adalah anggota AU Saudi, dan di sini berlatih di negara kami," terang DeSantis.

"Jelas mereka harus berbuat sesuatu untuk mengatasi isu ini. Mereka jelas berutang banyak karena pelaku adalah warga mereka," lanjutnya.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan, Raja Salman langsung meneleponnya untuk menyampaikan duka bagi korban tewas.

Trump berkata, Raja Salman menuturkan bahwa pelaku tidak mewakili perasaan rakyat Saudi yang menyukai warga AS.

AL AS menyatakan, penyelidikan tengah dilakukan dengan identitas pelaku tidak akan dirilis hingga pemberitahuan berikutnya.

Insiden itu terjadi dua hari setelah seorang pelaut AS membunuh dua orang melukai seorang lainnya di Pangkalan Pearl Harbor, Hawaii.

Baca juga: Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Dilansir AFP, Pensacola dikenal sebagai pusat pelatihan awal pilot AL, dan mendapat sebutan "kawah candradimuka penerbang AL AS".

Arab Saudi merupakan salah satu sekutu utama AS di Timur Tengah karena pertimbangan keamanan maupun minyaknya.

Meski insiden tembakan terbilang umum, serangan yang terjadi di fasilitas militer AS disebut jarang terjadi.

Pada Juli 2015, Mohammad Youssuf Abdulazeez merangsek ke dua instalasi militer di Tennessee, dan membunuh lima orang.

Rinciannya adalah empat anggota Marinir dan satu pelaut. FBI menyimpulkan Abdulazeez melakukannya karena terinspirasi "teroris asing".

Dua tahun sebelumnya, Aaron Alexis membunuh 12 orang dan melukai delapan lainnya di Washington Navy Yard sebelum ditembak mati.

Sementara pada 2009, Mayor Nidal Hasan, seorang psikiater Angkatan Darat, membunuh 13 orang di Fort Hood dan melukai 30 lainnya.

Saat itu, dia dianggap sebagai lone wolf, dan diyakini menyatakan dukungannya bagi Al-Qaeda.

Baca juga: Penembakan Terjadi di Klub Sosial New York, 4 Orang Tewas



Sumber BBC,AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X