Kompas.com - 02/12/2019, 12:31 WIB

KOMPAS.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno LP. Marsudi dalam lawatannya ke Busan dan Nagoya beberapa waktu lalu melihat, perdamaian panas (hot peace) ditandai dengan besarnya kekhawatiran mengenai situasi dunia secara politis dan ekonomi.

Hal yang dikhawatirkan meliputi persaingan geopolitik, geokonomi, dan tren menurunnya ekonomi dunia.

Menurut Retno, masalah tersebut dapat diatasi sebab dunia bisa mendinginkan situasi global saat ini.

“Bagai kekompakkan pada tarian bersama (line dance), diperlukan upaya bersama untuk mendinginkan perdamaian yang panas ini,” kata Retno, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Wapres: Mari Kita Ubah Perang Dagang untuk Perdamaian dan Kemakmuran

Menurut Retno, Indonesia siap dan berkomitmen untuk mengubah situasi perdamaian yang panas menjadi perdamaian produktif.

Retno menegaskan, menciptakan integrasi ekonomi juga berarti menciptakan platform yang efektif untuk mendinginkan situasi dunia yang panas.

“Indonesia berharap tahun depan Regional Comprehensive Economic Partnership ( RCEP), integrasi ekonomi terbesar di dunia, dapat ditandatangani," kata Retno.

Baca juga: Tangkal Perang Dagang, RI Ingin RCEP Segera Rampung 

Indonesia pun bertekad untuk terus mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi, pemajuan, perlindungan terhadap HAM, rules-based order, serta memupuk nilai-nilai keberagaman toleransi dan perdamaian.

Hal tersebut diucapkan Retno ketika menyampaikan keynote speech, pada Conference on Foreign Policy of Indonesia yang bertema Cooling off the Hot Peace: Strategic Opportunities and Economic Remedies for a Distressful World, di Kota Kasablanca Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Conference on Foreign Policy of Indonesia

Conference on Foreign Policy of Indonesia merupakan konferensi tahunan kebijakan luar negeri terbesar di dunia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.