Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuhiro Nakasone Meninggal pada Usia 101 Tahun

Kompas.com - 29/11/2019, 14:07 WIB
Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuhiro Nakasone berbicara saat Konferensi Asian Leadership di Seoul, Korea Selatan, pada 3 Maret 2005. Nakasone meninggal dalam usia 101 tahun pada Jumat (29/11/2019). REUTERS/Lee Jae WonMantan Perdana Menteri Jepang Yasuhiro Nakasone berbicara saat Konferensi Asian Leadership di Seoul, Korea Selatan, pada 3 Maret 2005. Nakasone meninggal dalam usia 101 tahun pada Jumat (29/11/2019).

TOKYO, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuhiro Nakasone, dilaporkan meninggal dalam usia 101 tahun pada Jumat (29/11/2019).

Salah satu PM terlama dalam sejarah negeri "Sakura" itu wafat di salah satu rumah sakit di Tokyo, dikatakan pejabat Partai Liberal Demokratik.

Dilansir Kyodo via Japan Times, Yasuhiro Nakasone menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang pada periode 1982 sampai 1987.

Baca juga: Shinzo Abe Pecahkan Rekor sebagai Perdana Menteri Jepang Terlama dalam Sejarah


Kemudian, dia menjadi anggota House of Representatives (majelis rendah Jepang) selama lebih dari 50 tahun, dari 1942 hingga 2004.

Nakasone berkuasa pada periode yang sama dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Ronald Reagan dan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher.

Dia dikenal antara lain karena privatisasi perusahaan negara dan membantu merevitalisasi nasionalisme Jepang, bahkan setelah tak lagi menjabat.

Namun, dia mengakui telah gagal dalam merevisi hukum pasifis, yakni konstitusi negara untuk mengklarifikasi status ambigu militer.

"Merevisi konstitusi itu butuh waktu. Saya tegaskan sangat diperlukan, tapi tak mungkin melakukannya secara cepat," katanya pada 2010.

Upayanya kemudian dilanjutkan penerusnya, Shinzo Abe. Namun, berusaha mengubah pasal Artikel 9 tetap menuai perdebatan.

Media menjuluki Nakasone dan Reagan sebagai "Ron dan Yasu" karena persahabatan yang terjalin selama mereka menjabat.

Saat itu, Nakasone menjadi perbincangan karena menyatakan jika terjadi perang, dia akan menjadikan Jepang "kapal induk" tangguh bagi AS dan membendung Uni Soviet.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X