Trump Tanda Tangani UU HAM dan Demokrasi Hong Kong, Demonstran Kibarkan Bendera AS

Kompas.com - 29/11/2019, 08:16 WIB
Sekelompok demonstran mengibarkan bendera AS ketika menghadiri aksi protes di Edinburgh, Hong Kong, pada 28 November 2019. REUTERS/MARKO DJURICASekelompok demonstran mengibarkan bendera AS ketika menghadiri aksi protes di Edinburgh, Hong Kong, pada 28 November 2019.

HONG KONG, KOMPAS.com - Demonstran Hong Kong mengibarkan bendera AS setelah Presiden Donald Trump menandatangani UU yang mendukung mereka.

Kerumunan dari massa yang berjumlah ribuan itu mengibarkannya di distrik pusat, dengan sebagian membentangkan spanduk berisi ucapan terima kasih kepada Trump.

Pada Rabu (27/11/2019), presiden berusia 73 tahun itu membubuhkan tanda tangan di UU HAM dan Demokrasi Hong Kong.

Baca juga: Pergerakan Rupiah Terbatas, Ada Pengaruh Trump Teken UU Hong Kong

UU itu mendapatkan persetujuan lebih dari dua per tiga Kongres AS, baik dari House of Representatives maupun Senat.

Legislasi itu nantinya bakal meminta Presiden AS mengkaji status perdagangan Hong Kong, dan mencabutnya jika demokrasinya terancam.

Selain itu, Kongres juga mengesahkan peraturan yang melarang penjualan gas air mata dan peluru karet kepada polisi Hong Kong.

Kementerian Luar Negeri China langsung merespons dengan menyatakan, mereka mengancam bakal melakukan "aksi balasan".

"Aksi AS ini makin menunjukkan niat jahat dan kepentingan mereka terhadap orang China. Aksi ini akan gagal," sebut kementerian luar negeri.

Baca juga: Trump Tanda Tangani UU soal Hong Kong, Sri Mulyani: Ini Akan Jadi Eskalasi Konflik

Beijing juga mengancam Negeri "Uncle Sam" bakal menanggung konsekuensinya jika terus menyoroti krisis di Hong Kong.

China sebelumnya sudah memanggil Duta Besar AS Terry Branstad, dan menghendaki Washington membatalkan UU HAM dan Demokrasi Hong Kong itu.

Halaman:


Sumber Sky News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X