Kekurangan Pekerja, Rumah Sakit di Jerman Ini Pakai TikTok untuk Gaet Peminat

Kompas.com - 28/11/2019, 13:08 WIB
Salah satu potongan klip di TikTok, yang memperlihatkan dua staf rumah sakit awalnya mengenakan baju biasa, sebelum berganti menjadi seragam kerja. Rumah sakit di Dortmund, Jerman, itu menggunakan TikTok untuk menggaet peminat. Twitter via Deutsche WelleSalah satu potongan klip di TikTok, yang memperlihatkan dua staf rumah sakit awalnya mengenakan baju biasa, sebelum berganti menjadi seragam kerja. Rumah sakit di Dortmund, Jerman, itu menggunakan TikTok untuk menggaet peminat.

DORTMUND, KOMPAS.com - Rumah sakit di Dortmund, Jerman, ini menggunakan TikTok sebagai cara ampuh menggaet peminat di tengah langkanya pekerja kesehatan.

Dalam salah satu kesempatan, terlihat dua staf yang mengenakan pakaian bebas, dalam sekejap mengenakan seragam mereka dan berjoged.

Dalam gaya TikTok lain, pekerja menjadikan botol disinfektan menjadi musik elektronik gaya 80-an, di mana mereka berdansa dan bernyanyi.

Baca juga: Duduk Perkara Rombongan Ojek Online Bawa Paksa Jenazah Bayi dari Rumah Sakit

Bagi pekerja rumah sakit di Jerman, mereka menggunakan aplikasi berbagi video itu dalam rangka menjaring peminat, dilansir Deutsche Welle Rabu (27/11/2019).

"Semua peserta pendidikan di sini kami biarkan tampil di media sosial," jelas Marc Raschke, Kepala Komunikasi Klinikum Dortmund.

Dia menuturkan, tidak semua pasien antusiasi dengan ide mereka. Tapi, yang terpenting adalah mereka berusaha menarik perhatian publik.

Adapun ide "mengiklankan" rumah sakit mereka menggunakan TikTok terjadi pada awal 2019, saat Raschke mengikuti konferensi manajemen rumah sakit di New York, AS.

Dengan ide itu, Raschke menuturkan mereka tidak perlu harus ke pameran pekerjaan, atau membagikan brosur lowongan.

"Para kandidat yang menghubungi kami, dan mengatakan mereka menemukan kami dari media sosial," jelas Raschke.

Klinikum Dortmund menggunakan semua media sosial baik itu TikTok, Twitter, Instagram, hingga Facebook untuk menyebarkan iklan.

Mereka juga menggunakan "WhatsApp Academy", di mana mereka menargetkan siswa sekolah untuk menjaring minat sebagai tenaga medis.

Baca juga: Lewat Tutorial di TikTok, Gadis Ini Kritik Penanganan China atas Muslim Uighur

Persaingan Memperebutkan Tenaga Terampil

Staf rumah sakit dan pekerja kesehatan tengah langka di Jerman. Pemerintah setempat sendiri sampai bekerja sama dengan China dan Indonesia untuk mengisi kekosongan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X