Trump Tanda Tangani UU yang Dukung Demonstran Hong Kong

Kompas.com - 28/11/2019, 07:53 WIB
Orang-orang ditahan oleh polisi di dekat Universitas Politeknik Hong Kong di distrik Hung Hom, Hong Kong, Senin (18/11/2019). Kericuhan bermula dari aksi pendemo menduduki kampus selama beberapa hari hingga berujung aksi lempar dan bentrokan dengan polisi. AFP/DALE DE LA REYOrang-orang ditahan oleh polisi di dekat Universitas Politeknik Hong Kong di distrik Hung Hom, Hong Kong, Senin (18/11/2019). Kericuhan bermula dari aksi pendemo menduduki kampus selama beberapa hari hingga berujung aksi lempar dan bentrokan dengan polisi.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump akhirnya menandatangani UU yang mendukung demonstran Hong Kong, bepotensi menuai kemarahan dari China.

Trump awalnya diprediksi bakal enggan menekan UU HAM dan Demokrasi itu, tetapi hampir semua politisi Kongres menyetujuinya, membuat ruang bermanuvernya kecil.

Dalam rilis pernyataan penandatanganan UU itu, dia menuturkan "menghormati" Presiden China Xi Jinping, dilansir AFP, Rabu (27/11/2019).

Baca juga: Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Selain itu, presiden 73 tahun itu berharap para pemimpin China dan Hong Kong bisa duduk bersama dan mengusir perbedaan mereka.

Sepekan lalu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengecam legislasi itu, dan menyebutnya "intervensi kasat mata" kedaulatan mereka.

Kemudian pada Selasa (26/11/2019), Duta Besar AS dipanggil di mana Beijing memperingatkan "konsekuensi" yang harus ditanggung jika UU itu disahkan.

UU HAM dan Demokrasi Hong Kong mendapatkan dukungan mutlak di seluruh lembaga Kongres, baik itu DPR maupun Senat.

UU itu meminta Presiden AS untuk setiap tahun meninjau kembali status perdagangan yang Washington berikan kepada Hong Kong.

Selain itu, Kongres juga meloloskan legislasi yang melarang penjualan gas air mata dan peluru karet kepada polisi di sana.

Senator dari Republik Marco Rubio, Jim Risch, bersama koleganya dari Demokrat Ben Cardin, Bob Menendez, menyambut keputusan Trump.

"AS kini mempunyai alat baru dan bermakna menahan pengaruh dan intervensi dari Beijing kepada Hong Kong," jelas Rubio.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X