Taipan Media Michael Bloomberg Deklarasi Maju Pilpres AS 2020

Kompas.com - 25/11/2019, 18:44 WIB
Mantan Wali Kota New York yang juga bakal capres Demokrat menyampaikan pidato membuka Bloomberg New Economy Forum di Hotel Capella, Singapura, Selasa pagi (6/11/2018) BLOOMBERG/JUSTIN CHIN Mantan Wali Kota New York yang juga bakal capres Demokrat menyampaikan pidato membuka Bloomberg New Economy Forum di Hotel Capella, Singapura, Selasa pagi (6/11/2018)

NEW YORK, KOMPAS.com – Mantan Wali Kota New York, Michael Bloomberg, mendeklarasikan pencalonannya untuk bertarung dalam Pilpres AS 2020 mendatang.

"Mengalahkan (Presiden) Donald Trump dan membangun kembali AS adalah pertarungan yang cukup penting dan darurat. Saya siap melakukannya," ucapnya dikutip New York Times Senin (25/11/2019).

Keputusan Michael Bloomberg mengakhiri spekulasi panjang, apakah dia akan meramaikan bursa capres Partai Demokrat yang saat ini mempunyai 18 bakal capres.

Baca juga: Jadi Pesaing Trump, Ini Kisah Sukses Michael Bloomberg

Nama Bloomberg kerap disebut calon kuat presiden setiap kali perhelatan Pilpres AS. Dia sempat mempertimbangkan terjun pada 2008, 2012, dan 2016 sebagai calon independen meski menarik diri.

Bloomberg awalnya memutuskan tidak maju dalam Pilpres AS 2020. Taipan media ini telah menyatakan pada Maret lalu bahwa dia tidak akan berlaga.

Ketika itu, dia menilai mantan Wakil Presiden Joe Biden, sesama politisi moderat, sebagai sosok tepat untuk mengalahkan Trump.

Namun, seiring anjloknya perolehan dukungan Biden di survei serta melesatnya bakal calon berideologi progresif atau kiri, dia akhirnya memutuskan turun tangan.

Baca juga: Taipan Media Michael Bloomberg Tak Maju di Pilpres AS 2020

Alternatif Blok Moderat

Tidak dapat dibantah, keraguan apakah Biden bisa memenangkan nominasi Demokrat menjadi alasan utama Biden untuk mengajukan diri.

Blok moderat melihat taipan media 77 tahun itu sebagau altternatif untuk mendongkel kubu kiri yang dipimpin Senator Massachusetts Elizabeth Warren, atay Senator Vermont Bernie Sanders.

Orang terkaya ke-14 dunia itu menyatakan kecemasannya terhadap haluan partai yang bergerak semakin ke kiri.

Pergerakan itu membuat Demokrat kehilangan pendukung independen, moderat, maupun kaum Republik yang tidak menyukai Trump, namun juga tak menginginkan capres "radikal kiri".

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X