Kompas.com - 25/11/2019, 12:38 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kepala Angkatan Laut (AL) AS Richard Spencer dipecat buntut penanganan kasus dugaan kejahatan perang anggota Navy SEAL.

Keluarnya Spencer merupakan momen dramatis terbaru atas kasus yang menimpa Bintara Kepala Edward Gallagher.

Gallagher, anggota Navy SEAL selama 15 tahun, dituduh menikam hingga tewas anggota ISIS yang terluka di Irak pada 2017.

Baca juga: Trump Unggah Video Berisi Wajah Anggota Navy SEAL di Twitter

Dilansir AFP Senin (25/11/2019), dia juga berusaha membunuh warga sipil lain, dan kemudian berupaya menghalangi penyelidikan.

Pada Juli, dia mendapat dakwaan kejahatan perang. Namun, hakim memutuskan dia terbukti bersalah berpose dengan jenazah si kombatan bersama anggota Navy SEAL lain.

Karena itu sebagai imbasnya, dia dijatuhi hukuman penurunan pangkat. Dari Bintara Kepala menjadi Bintara Kelas Satu.

Namun pada 15 November, Presiden Donald Trump membatalkan hukuman, dan mengembalikan pangkat prajurit 40 tahun itu.

Pekan lalu, AL AS memulai prosedur di mana rekan sejawat bisa mencabut pin Trident, lambang keanggotaan Navy SEAL, dari Gallagher dan tiga orang lain.

Namun Trump kemudian berkicau di Twitter. "Angkatan laut tidak akan mengambil pin Trident dari pejuang seperti Eddie Gallagher," tegasnya.

Dikutip Washington Post, Menteri Pertahanan Mark Esper menuduh Sekretaris AL AS Spencer mengajukan proposal pribadi kepada Gedung Putih.

Disebutkan bahwa Gallagher bisa pensiun dengan tenang sebagai anggota Navy SEAL, jika Gedung Putih tak mengintervensi mereka.

Juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman menyebut, proposal yang diajukan Spencer tak pernah dibicarakan dengan Esper.

Sang Menhan disebut "gusar dengan laporan itu". "Sayangnya, saya menyatakan Sekretaris Spencer tidak lagi mendapat dukungan saya untuk menjabat," tuturnya.

Baca juga: Dua Anggota Navy Seal Diduga Bunuh Personel Angkatan Darat

Trump langsung berkicau di Twitter bahwa Spencer sudah dipecat dari jabatannya. "Saya berterima kasih kepada Richard atas komitmen dan jasanya," ujarnya.

Presiden 73 tahun itu juga menyebut Gallagher bisa pensiun dengan tenang sebagai Navy SEAL, sesuai penghargaannya.

Dalam suratnya yang dipublikasikan oleh media AS, Spencer menyebut intervensi Gedung Putih sudah merupakan pelanggaran atas sumpah yang dia ambil.

Dia menegaskan mempertahankan perintah serta disiplin di lingkungan AL AS adalah "hal serius yang menjadi harga mati".

"Saya tidak lagi berada dalam pemahaman yang sama dengan Panglima Tertinggi yang sudah melantik saya, dalam prinsip kedisplinan," ujar Spencer.

"Karena itu, saya mengakui pemecatan saya sebagai Sekretaris AL AS," beber mantan Penjabat Menteri Pertahanan itu di suratnya.

Baca juga: Navy Seal Selidiki Personelnya yang Nyambi Main Film Porno

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.