Trump Klaim Dia Mencegah Hong Kong "Dilenyapkan" China dalam 14 Menit

Kompas.com - 23/11/2019, 07:56 WIB
Seorang demonstran ditahan oleh polisi dekat Polytechnic University di distrik Hung Hom, Hong Kong, pada 18 November 2019. Massa pro-demokrasi menduduki kampus tersebut dalam tiga hari terakhir, dan memberikan perlawanan kepada polisi yang mengepungnya. AFP/ANTHONY WALLACESeorang demonstran ditahan oleh polisi dekat Polytechnic University di distrik Hung Hom, Hong Kong, pada 18 November 2019. Massa pro-demokrasi menduduki kampus tersebut dalam tiga hari terakhir, dan memberikan perlawanan kepada polisi yang mengepungnya.

HONG KONG, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump mengklaim, dia mencegah Hong Kong "dilenyapkan" dalam waktu 14 menit oleh militer China.

Dia mengatakan, "jutaan tentara" Negeri "Panda" sudah menunggu untuk dikerahkan. Tetapi, dia meminta Presiden Xi Jinping untuk tak melakukannya.

Dalam wawancara dengan Fox&Friends, Trump menyebut pengerahan militer ke Hong Kong hanya akan memperumit negosiasi perang dagang AS dan China.

Baca juga: Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong


"Jika bukan karena saya, Hong Kong mungkin bakal dilenyapkan dalam 14 menit," klaim presiden 73 tahun itu dikutip Sky News Jumat (22/11/2019).

"Dia punya jutaan tentara berdiri di luar kota yang tak jadi bergerak karena saya meminta. 'Tolong jangan lakukan itu. Bakal memberi dampak negatif ke negosiasi'," lanjutnya.

Beijing sudah memperingatkan, mereka bakal mengambil "langkah balasan" jika Trump menandatangani UU yang disahkan oleh DPR AS.

Pada Kamis (21/11/2019), DPR AS meloloskan UU yang bakal meminta Presiden AS mencabut keistimewaan dagang yang diterima Hong Kong jika HAM dan demokrasi di sana terancam.

Trump tidak mengungkapkan apakah dia bakal memveto UU itu. "Kami harus mendukung Hong Kong. Namun saya juga bersama Presiden Xi Jinping," katanya.

Dia kembali berkoar jika bukan karena permintaannya, ribuan orang di salah satu pusat finansial dunia itu bakal tewas karena bentrokan dengan keamanan.

Lebih lanjut, presiden ke-45 AS itu juga mengomentari upaya pemakzulan terhadap dirinya yang dilakukan oleh oposisi Partai Demokrat.

Demokrat melalui DPR AS mencoba memastikan apakah Trump sengaja menahan bantuan militer kepada Ukraina seharga 400 juta dollar AS, sekitar Rp 5,6 triliun.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X