Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Kompas.com - 21/11/2019, 15:50 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon jae-in melambaikan tangan menyapa warga di Pyongyang Selasa (18/9/2018). Moon memulai kunjungan selama tiga hari dengan denuklirisasi menjadi agenda utama. AFP/Pyeongyang Press CorpsPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon jae-in melambaikan tangan menyapa warga di Pyongyang Selasa (18/9/2018). Moon memulai kunjungan selama tiga hari dengan denuklirisasi menjadi agenda utama.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan menolak undangan dari Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in, pekan depan.

Korsel bakal menjadi pertemuan regional yang dihadiri oleh pemimpin Asia Tenggara di Busan pada Senin pekan depan (25/11/2019).

Dilansir AFP Kamis (21/11/2019), Moon berharap Kim Jong Un bakal datang, dengan kabar itu menjadi babak baru kerenggangan dua negara.

Baca juga: Media Korea Utara Sebut Kim Jong Un dan Trump Punya Hubungan Khusus

Dalam editorial KCNA, Kim sudah menerima surat pribadi dari Moon pada 5 November, namun menyebut, sang Pemimpin Korea Utara tak akan datang.

Korut menuduh Seoul sudah melanggar kesepakatan dari dua negara, dan menyakiti relasi mereka dengan bergantung kepada Amerika Serikat ( AS).

"Bagaimana kami bisa duduk bertatap muka kepada mitra yang bergantung pada pihak luar, dan tidak mempunyai sikap tegas?" kritik KCNA.

Merujuk kepada pertemuan terdahulu, media pemerintah negara komunis itu menyebut agenda di Busan pekan depan hanya akan berlangsung tanpa makna.

Adapun KCNA memberitakan, pihak Negeri "Ginseng" sudah meminta supaya Korea Utara mengirim utusan mereka jika saja Kim tidak mau hadir.

Moon, yang selalu menyuarakan pentingnya relasi dua negara, sudah menggelar pertemuan dengan Kim Jong Un sebanyak tiga kali tahun lalu.

Dia juga menjadi sosok kunci dalam pertemuan perdana Kim dengan Presiden AS Donald Trump yang berlangsung di Singapura Juni 2018.

Tetapi, kontak dua negara tetangga itu kolaps pada tahun ini seiring dengan gagalnya pertemuan kedua Trump dan Kim di Hanoi, Vietnam, Februari lalu.

Sejak saat itu, Pyongyang terus menerus mengkritisi latihan perang Korsel dan AS, serta membekukan segala jalur komunikasi mereka.

Adapun negosiasi antara Korut dengan AS kolaps sejak pertemuan kedua antara Trump dan Kim di Hanoi berakhir tanpa kesepakatan.

Sejak saat itu, Korut mulai menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk menawarkan pendekatan baru hingga akhir tahun, dan mengancam bakal menarik diri.

Baca juga: Korea Utara Rilis Foto Kim Jong Un Berkuda di Gunung Keramat, Ini Pesan di Baliknya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Pangeran Harry Bela Meghan Markle | Dubes AS Jadi Kontroversi karena Kumis

[POPULER INTERNASIONAL] Pangeran Harry Bela Meghan Markle | Dubes AS Jadi Kontroversi karena Kumis

Internasional
Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X