Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Kompas.com - 21/11/2019, 14:05 WIB
Seorang pria diamankan oleh polisi antihuru-hara saat berlangsungnya aksi di Hong Kong, Senin (11/11/2019). Aksi menolak usulan UU Ekstradisi diwarnai kericuhan di Hong Kong yang terjadi sejak Juni lalu kini makin meluas dengan desakan pengusutan kebrutalan polisi hingga hak untuk memilih pemimpin sendiri. AFP/ANTHONY WALLACESeorang pria diamankan oleh polisi antihuru-hara saat berlangsungnya aksi di Hong Kong, Senin (11/11/2019). Aksi menolak usulan UU Ekstradisi diwarnai kericuhan di Hong Kong yang terjadi sejak Juni lalu kini makin meluas dengan desakan pengusutan kebrutalan polisi hingga hak untuk memilih pemimpin sendiri.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Para politisi di DPR AS mengumumkan mengesahkan UU yang mendukung adanya HAM serta demokrasi di Hong Kong.

Rencananya, rancangan itu bakal dikirim kepada Presiden Donald Trump untuk ditandatangani, dengan sumber internal mengungkap, Gedung Putih tak akan mencegahnya.

UU HAM dan Demokrasi Hong Kong lolos dari DPR AS dengan perbandingan dukungan 417-1, sehari setelah Senat meloloskannya, dan menuai kecaman dari China.

Baca juga: Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

UU itu meminta Presiden AS untuk setiap tahun meninjau kembali status perdagangan yang Washington berikan kepada Hong Kong.

Dilansir AFP Kamis (21/11/2019), status bisa dicabut jika kota yang mendapat kebijakan semi-otonomi dari Beijing itu mengancam kebebasan.

Selain itu, DPR AS juga meloloskan peraturan dengan dukungan 417-0 dari Senat, di mana penjualan gas air mata, peluru karet, maupun peralatan yang digunakan polisi Hong Kong dilarang.

UU itu terancam menimbulkan konflik di antara dua negara adikuasa ekonomi dunia itu di tengah upaya mencari solusi atas perang dagang.

Pada Rabu (20/11/2019), China marah setelah Senat mengesahkannya, dengan mengancam bakal mengambil "kebijakan balasan" jika Trump menandatangani.

Selain itu, Beijing mengumumkan mereka juga memanggil charge d'affaires William Klein untuk menyampaikan nota protes, dan meminta Washington membatalkannya.

Rancangan itu bisa meningkatkan ketegangan di antara dua negara setelah Trump juga menyinggung bahwa Negeri "Panda" belum cukup membuat konsesi dalam perang dagang.

"Saya katakan, saya harap China membuat keputusan bagus. Saya tidak yakin mereka akan mengambil langkah yang saya inginkan," katanya.

Baca juga: Aksi Massa Belum Reda, Maskapai Asia Pangkas Penerbangan ke Hong Kong

"Penanganan brutal"

Anggota DPR AS dari Partai Republik Kevin McCarthy memuji voting tersebut dan menyebut China sudah mengambil langkah yang berbahaya.

"Mereka sudah bersikap agresif dengan melakukan kontrol total melalui pengawasan, tekanan politik, dan, yang kami saksikan pekan ini, penanganan brutal," ujarnya.

Dia menuturkan, pengambilan suara yang dilakukan Kongres bertujuan untuk melindungi kepentingan AS, dan meminta China bertanggung jawab atas aksinya.

Sementara senator Demokrat Ben Cardin menyatakan, selama 24 pekan, rakyat Hong Kong telah meminta demokrasi, dan otonomi yang dijanjikan dihormati.

"Kongres mendengarkan keluh kesah mereka, dan kini kami mempunyai alat untuk mendukung komitmen kami terhadao Hong Kong," kata Cardin.

Senator dari Republik Marco Rubio berkata, Partai Komunis China sudah melanggar "HAM dasar", dan menegaskan AS bersatu dengan rakyat Hong Kong.

Selama lima bulan terakhir, kota finansial dunia itu terbenam dalam demonstrasi anti-China yang dimulai dari menolak usulan UU Esktradisi.

Dalam perkembangannya, aksi protes itu berubah menjadi tuntutan demokrasi yang lebih luas, termasuk desakan penyelidikan kebrutalan polisi.

Baca juga: Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X