Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Kompas.com - 21/11/2019, 08:43 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) memperlihatkan grafik penjualan peralatan pertahanan dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Oval Office, Gedung Putih, Selasa (20/3/2018). (AFP/Mandel Ngan) Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) memperlihatkan grafik penjualan peralatan pertahanan dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Oval Office, Gedung Putih, Selasa (20/3/2018). (AFP/Mandel Ngan)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump disebut takut menentang Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman ( MBS), soal pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi karena takut harga minyak dunia bakal naik.

Kabar itu tertuang dalam buku berjudul A Warning yang ditulis oleh anonim, dan terjadi setahun setelah Khashoggi dibunuh di Istanbul, Turki.

Buku setebal 259 halaman itu mulai dijual Selasa (19/11/2019), di mana si penulis mengklaim banyak pejabat, baik yang aktif maupun mantan, membagikan pandangan getir mereka soal Trump.

Baca juga: Regu Pembunuh Jurnalis Saudi Jamal Khashoggi Bercanda Cara Memutilasi Tubuhnya

Presiden 73 tahun itu dikritik karena responsnya yang dianggap kurang atas kasus Khashoggi, jurnalis The Washington Post sekaligus warga AS itu.

Dia dibunuh dan jenazahnya diduga dimutilasi oleh tim pembunuh Saudi di kantor konsulat mereka di Istanbul pada 2 Oktober 2018.

Baik pemerintah Saudi maupun Putra Mahkota MBS awalnya menyanggah tuduhan itu. Namun, mereka kemudian mengakuinya seiring bukti demi bukti yang muncul.

Dilansir Newsweek, MBS masih tetap membantah dia memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Meski, dikabarkan ada bukti dia menginginkan si jurnalis mati.

Bahkan, dia menerima kontak secara teratur dari pemimpin tim pembunuh itu. Namun, Trump menyiratkan dia menerima sanggahannya.

Menurut penulis buku A Warning, Trump tidak ingin menentang sang Putra Mahkota sebab dia khawatir jika harga minyak bakal melonjak.

Si anonim menuliskan bagaimana presiden dari Partai Republik itu berujar, akan sangat bodoh baginya jika menentang MBS, meski berbagi kalangan sudah menekannya.

" Harga minyak saat ini adalah 50 dollar per barel (Rp 704.900)," ujar presiden kepada salah satu stafnya, seperti ditulis dalam buku yang dikutip CNN.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X