Tukar Tawanan, Taliban Bebaskan 2 Profesor Asal AS dan Australia

Kompas.com - 20/11/2019, 09:29 WIB
Timothy Weeks (kiri) dan Kevin King, dua profesor asal Australia dan AS ketika tampil dalam video yang dibuat Taliban pada 2017. Mereka dibebaskan setelah ditawan sejak 2016 sebagai bagian dari pertukaran tawanan. Sebagai gantinya, Taliban mendapatkan tiga komandan senior mereka. via BBCTimothy Weeks (kiri) dan Kevin King, dua profesor asal Australia dan AS ketika tampil dalam video yang dibuat Taliban pada 2017. Mereka dibebaskan setelah ditawan sejak 2016 sebagai bagian dari pertukaran tawanan. Sebagai gantinya, Taliban mendapatkan tiga komandan senior mereka.

KABUL, KOMPAS.com - Taliban menyatakan, mereka membebaskan dua profesor asal AS dan Australia sebagai bagian dari pertukaran tawanan demi mendapatkan tiga anggota senior mereka.

Kevin King dan Timothy Weeks dibebaskan setelah disekap sejak 2016 di luar American University of Afghanistan yang berlokasi di Kabul.

Adapun tiga milisi Taliban dilaporkan sudah sampai di Qatar sebagai bagian dari pertukaran tawanan, dengan Kabul menyatakan upaya itu untuk membuka perundingan.

Baca juga: Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat


Pekan lalu, Presiden Ashraf Ghani menuturkan, keputusan itu "sangat sulit, tetapi penting", dan merupakan bentuk "gestur kemanusiaan".

Milisi yang ditukar di antaranya adalah Anas Haqqani, tokoh sekaligus penggalang dana di Jaringan Haqqani serta dua komandan senior.

Kakak Anas, Sirajuddin, merupakan pemimpin Jaringan Haqqani sekaligus wakil di Taliban, yang mempunyai sayap politik di Qatar.

Selain itu, Taliban juga mengumumkan, mereka melepaskan 10 anggota pasukan keamanan Afghanistan, dan menyebut proses itu berjalan sukses.

"Tindakan ini merupakan bagian dari iktikad baik dan membangun kepercayaan dalam rangka menyukseskan upaya perdamaian," ujar kelompok itu.

Baca juga: Agus Rahardjo Sebut Stigma Taliban Rusak Kredibilitas KPK

Apa yang diketahui tentang tahanan dari AS dan Australia?

Dua profesor Inggris itu disergap oleh Taliban ketika meninggalkan kampus, dan kemudian dibawa ke sebuah lokasi pada Agustus 2016.

Sumber Taliban mengungkapkan, keduanya sudah diserahkan di distrik Nawbahar, Provinsi Zabul, pada pukul 10.00 waktu setempat.

Berdasarkan keterangan polisi yang ikut menangani pertukaran itu, gencatan senjata diberlakukan 48 jam sebelum penyerahan tawanan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X