Kompas.com - 20/11/2019, 08:47 WIB

Komisioner Tinggi untuk HAM PBB menyatakan, mereka sangat "khawatir" dengan laporan adanya peluru tajam yang ditembakkan ke arah demonstran.

Adapun aksi itu terjadi setelah pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM di tengah ekonomi negara yang mengalami penurunan.

Isu itu mendapat panjang daftar derita Iran yang sudah dihantam sanksi AS, sejak Presiden Donald Trump keluar dari perjanjian nuklir 2015.

Presiden Hassan Rouhani mengatakan, dia berjanji bakal menggunakan dana dari kenaikan harga BBM untuk membantu keluarga dengan ekonomi rendah.

Namun, keputusan tersebut menuai kemarahan rakyat Iran, di mana mata uang mereka, rial, terjun dengan perbandingan 123.000 per 1 dollar AS.

Baca juga: Didorong Kenaikan Harga BBM Non Subsidi, Oktober Inflasi 0,12 Persen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.