Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Kompas.com - 19/11/2019, 13:53 WIB
Polisi menangkap seorang demonstran di Polytehcnic University di distrik Hung Hom, Hong Kong, pada 18 November 2019. Demonstran penentang pemerintah melarikan diri kepungan polisi di kampus, dengan otoritas mengancam bakal menggunakan peluru tajam jika pendemo memberikan kekerasan. AFP/DALE DE LA REYPolisi menangkap seorang demonstran di Polytehcnic University di distrik Hung Hom, Hong Kong, pada 18 November 2019. Demonstran penentang pemerintah melarikan diri kepungan polisi di kampus, dengan otoritas mengancam bakal menggunakan peluru tajam jika pendemo memberikan kekerasan.

"Tetapi jika situasi tidak terkendali, pemerintah pusat jelas tak akan berdiam diri. Kami punya kekuasaan mengakhirinya," ujar Liu.

Media pemerintah Global Times dalam editorialnya menuturkan bahwa "perusuh" harus dihukum. "Kekerasan teror seperti ini harus mendapat hukuman," kata editorial itu.

Jasper Tang, mantan anggota dewan Hong Kong kepada Reuters, menuturkan, dia mencoba melakukan mediasi antara demonstran dan polisi.

Sebab, dia mengungkapkan kekhawatiran bakal terjadi pertumpahan darah jika polisi merangsek masuk dengan paksa, dan ditanggapi dengan perlawanan hebat oleh pendemo.

Polisi menyatakan, mereka sudah mengizinkan Palang Merah untuk membawa pengunjuk rasa yang terluka. Namun sisanya harus menyerah.

"Kalian harus menyerahkan diri. Saat ini, tidak ada pilihan lain bagi mereka," kata Komandan distrik Kowloon Barat, Cheuk Hau-yip.

Baca juga: Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X