Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Kompas.com - 19/11/2019, 12:25 WIB
Sejumlah warga etnis Uighur menggelar unjuk rasa di Brussels, Belgia menuntut Uni Eropa mendesak China untuk menghormati hak asasi warga Uighur di wilayah Xinjiang serta meminta penutupan pusat-pusat reedukasi tempat warga Uighur ditahan. AFP/EMMANUEL DUNANDSejumlah warga etnis Uighur menggelar unjuk rasa di Brussels, Belgia menuntut Uni Eropa mendesak China untuk menghormati hak asasi warga Uighur di wilayah Xinjiang serta meminta penutupan pusat-pusat reedukasi tempat warga Uighur ditahan.

BEIJING, KOMPAS.com - Sebuah dokumen yang bocor mengungkapkan bagaimana penanganan pemerintah China terhadap minoritas Muslim di Region Xinjiang.

Aktivis HAM dan pakar meyakini, terdapat satu juta warga Uighur dan minoritas Muslim lain yang dibawa ke kamp pengasingan di ujung barat.

Dokumen setebal 403 halaman yang diperoleh New York Times itu memperlihatkan kebijakan Beijing yang dikecam dunia, termasuk AS.

Baca juga: Erdogan: Warga Minoritas Muslim Hidup Bahagia di Xinjiang

Dilansir AFP Senin (18/11/2019), dokumen itu juga menunjukkan pidato lain Presiden Xi Jinping, arahan, hingga laporan pengawasan populasi Uighur.

Bocornya kabar itu juga mengungkapkan adanya keretakan di dalam tubuh Partai Komunis China terkait penindakan atas minoritas Muslim.

New York Times melaporkan, dokumen itu diungkapkan oleh sumber politik. Dia mengaku pembocoran supaya mencegah para pemimpin, termasuk Xi, lolos dari tanggung jawab.

Xi sempat berpidato pada 2014, ketika itu militan dari Uighur menyerang dan menewaskan 31 orang di stasiun kereta Kunming.

Dalam pidatonya, dia menekankan "perjuangan besar-besaran" melawan terorisme, infiltrasi, dan separatis, dan tidak boleh menunjukkan belas kasih.

Jumlah kamp pengasingan mengalami pertambahan setelah Chen Quanguo ditunjuk sebagai ketua partai cabang Xinjiang pada 2016 lalu.

Menurut laporan Times, Chen menggunakan pidato Xi untuk membenarkan tindakan keras, dan meminta jajarannya "menangkap orang yang harus ditangkap".

Mempunyai reputasi dalam menangani kelompok minoritas dalam partainya, Chen sebelumnya memimpin kebijakan tangan besi untuk menghancurkan perbedaan pendapat di Tibet.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X