Kompas.com - 19/11/2019, 07:02 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com - Bintang rugbi Australia, Israel Folau, melontarkan perkataan kontroversial. Dia menyebutkan kebakaran hutan yang terjadi adalah "hukuman Tuhan" sebagai akibat dari legalisasi pernikahan sesama jenis dan aborsi.

Folau dipecat pada Mei lalu setelah mengunggah di Instagram bahwa "neraka menunggu" pelaku gay dan mereka yang dia anggap pendosa.

Komentar dari pemain rugbi berusia 30 tahun itu mendapat kritikan dari Perdana Menteri Australia Scott Morrison yang juga Kristiani.

Baca juga: Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Dia menuturkan, kebakaran hutan di New South Wales dan Queensland yang menewaskan enam orang dan menghancurkan ratusan rumah bukanlah kebetulan.

"Saya melihat apa yang sedang terjadi di Australia dalam beberapa pekan terakhir, seperti kebakaran hutan dan kemarau," ujarnya.

Dalam khotbah, Minggu (17/11/2019), pemegang rekor try-scorer Super Rugby itu kemudian mulai membahas legalisasi pernikahan sesama jenis dan aborsi.

Dia menuturkan bagaimana pemerintah Negeri Kanguru telah melegalkan untuk membunuh janin yang masih di dalam kandungan.

"Lihat bagaimana cepatnya kebakaran dan kekeringan ini menyebar dengan cepat. Apakah Anda berpikir ini semua kebetulan?" tanya Folau.

"Tuhan sedang berbicara kepada Anda. Australia, kalian harus membatalkan legalisasi itu, dan kembali ke jalan Tuhan," lanjutnya, seperti dikutip AFP, Senin (18/11/2019).

Canberra mengizinkan pernikahan sesama jenis pada referendum 2017, dengan NSW mendekriminalisasi aborsi pada September tahun ini.

Pemain rugbi berposisi center itu berkata, kebakaran yang terjadi merupakan "sedikit dari hukuman Tuhan", dan menyebut perkataan ini dia dasarkan pada "rasa cinta".

Morrison tak pelak langsung mengomentari ucapan Folau. Dia menuturkan, sebagai warga negara, Folau mempunyai hak mengungkapkan pendapat.

Baca juga: Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

"Tetapi, bukan berarti dia berhak untuk boleh berkomentar tentang mereka yang mengalami momen pedih ini," tutur Morrison.

Bahkan pendukungnya, seperti mantan pelatih Wallabies sekaligus penyiar radio Alan Jones, tidak terkesan dengan komentarnya.

"Israel adalah pria baik. Saya mengenalnya, tetapi kali ini dia melewati batas. Ucapannya sama sekali tak membantu," terangnya.

Folau dilaporkan mencari kompensasi sebesar 10 juta dollar Australia atau sekitar Rp 95,8 miliar karena dia tidak berhak dipecat atas dasar keagamaan.

Otoritas bersikukuh pemecatannya sudah sesuai kontrak, dan sidang diagendakan pada Februari mendatang. Kecuali, sidang mediasi Desember nanti berjalan sukses.

Baca juga: Australia Bersiap untuk Bencana Kebakaran Hutan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.