AS Kini Tak Pandang Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

Kompas.com - 19/11/2019, 06:26 WIB
Pandangan ini menunjukkan pemukiman Israel di Ramot, Tepi Barat, wilayah yang diduduki Israel. Foto dokumentasi ini diambil pada Minggu, 22 Januari 2017. REUTERS/Ronen ZvulunPandangan ini menunjukkan pemukiman Israel di Ramot, Tepi Barat, wilayah yang diduduki Israel. Foto dokumentasi ini diambil pada Minggu, 22 Januari 2017.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - AS membuat keputusan mengejutkan dengan tak lagi menganggap permukiman yang dibangun Israel di Tepi Barat ilegal.

Dalam keterangannya, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyebut status Tepi Barat terbuka bagi Tel Aviv maupun Palestina untuk didiskusikan.

Israel pun menyambut kebijakan dari pemerintahan Presiden Donald Trump yang membalik sikap dari pendahulunya, Barack Obama.

Baca juga: Trump: Permukiman Israel di Yerusalem Mengusutkan Perdamaian

Dilansir BBC Senin (18/11/2019), permukiman itu dibangun oleh Tel Aviv di wilayah yang mereka duduki setelah Perang Enam Hari 1967 silam.

Kawasan itu sudah menjadi sumber pertikaian panjang baik antara Israel, komunitas internasional, mauapun dengan Palestina.

Kepada awak media, Pompeo menuturkan setelah meninjau segala langkah hukumnya, AS menyebut permukiman di Tepi Barat tak melanggar hukum internasional.

"Menyebut pendirian kawasan hunian sipil itu tak sesuai hukum tentu tidak berguna, dan tak mendorong perjanjian damai," ujarnya.

Negosiator top Palestina, Saeb Erekat, menyayangkan langkah Washington karena berisiko menimbulkan guncangan keamanan dan perdamaian dunia.

Dia juga menyatakan keputusan yang dilakukan pemerintahan Trump bisa mendorong perubahan dari hukum internasional menjadi "hukum rimba".

Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik dengan menuturkan kebijakan itu "mendudukkan sejarah yang benar", dan meminta negara lain mengikutinya.

Baca juga: Dubes AS Sebut Israel Berhak Mencaplok Sebagian Wilayah Tepi Barat

Mengapa Permukiman Yahudi Jadi Kontroversi?

Sekitar 600.000 orang Yahudi hidup di 140 permukiman yang didirikan oleh Israel di Tepi Barat, di antaranya Yerusalem Timur, sejak 1967.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X