Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Kompas.com - 15/11/2019, 09:26 WIB
Gambar yang diambil pada 19 Juli 2014 memperlihatkan puing Malaysia Airlines MH17, dua hari setelah pesawat itu jatuh di Rassipnoe, kawasan yang dikuasai pemberontak di timur Ukraina. Sebanyak 298 tewas dalam insiden ketika pesawat hendak terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. AFP/DOMINIQUE FAGETGambar yang diambil pada 19 Juli 2014 memperlihatkan puing Malaysia Airlines MH17, dua hari setelah pesawat itu jatuh di Rassipnoe, kawasan yang dikuasai pemberontak di timur Ukraina. Sebanyak 298 tewas dalam insiden ketika pesawat hendak terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur.

AMSTERDAM, KOMPAS.com - Tim penyelidik internasional memaparkan bukti baru dugaan keterlibatan Rusia dalam jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 oleh pemberontak Ukraina.

Mereka menyebut ada serangkaian percakapan telepon yang memaparkan hubungan Kremlin dengan pemberontak "jauh lebih erat" dari yang dibayangkan.

Tim Investigasi Gabungan (JIT) yang dipimpin Belanda menyatakan, telepon antara pejabat Rusia dengan pemberontak Ukraina yang dituduh menembak MH17 makin intensif pada Juli 2014.

Baca juga: Saksi Kunci Jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines MH17 Dibebaskan, Belanda Khawatir


Dilansir Al Jazeera Kamis (14/11/2019), temuan itu memunculkan pertanyaan apakah Moskwa terlibat dengan menyediakan rudal yang dipakai menembak pesawat Malaysia Airlines itu.

"Terdapat cukup banyak telepon harian yang terjadi antara pemimpin DPR dengan kontak mereka di Rusia," ujar JIT dalam keterangan resmi.

JIT merujuk kepada singkatan kelompok pemberontak Republik Rakyat Donetsk, di mana pembicaraan itu menggunakan saluran aman yang disediakan Moskwa.

Seluruh 298 orang yang ada di pesawat Malaysia MH17 tewas ketika ditembak di timur Ukraina ketika tengah terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, 17 Juli 2014 silam.

Andy Kraag, Kepala Divisi Investigasi Kriminal Kepolisian Belanda berujar, telepon itu menunjukkan "dekatnya" pejabat Rusia dengan pemberontak.

Adapun pemberontak maupun pemerintah Negeri "Beruang Merah" sama-sama membantah sudah menembak pesawat yang membawa 283 penumpang dan 15 awak itu.

Sebelumnya, penyelidik menemukan bahwa pecahan rudal yang menghantam MH17 berasal dari pangkalan militer Kursk Rusia, tak jauh dari perbatasan Ukraina.

Juni lalu, JIT mendakwa tiga warga Rusia dan satu pria Ukraina yang dianggap bertanggung jawab atas tragedi lima tahun silam itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Al Jazeera
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X