Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Kompas.com - 14/11/2019, 17:52 WIB
Sistem rudal Israel Iron Dome ketika mencegat dan menghancurkan roket yang ditembakkan dari Gaza pada 13 November 2019. AFP/MAHMUD HAMSSistem rudal Israel Iron Dome ketika mencegat dan menghancurkan roket yang ditembakkan dari Gaza pada 13 November 2019.

Berdasarkan sumber dari Mesir, faksi Palestina harus memastikan pulihnya ketertiban, dengan Islam diharuskan menghentikan serangannya.

Kesepakatan yang terjadi pukul 05.30 waktu setempat terjadi setelah korban tewas akibat serangan udara Israel mencapai 34 orang sejak Selasa (12/11/2019).

Di Jalur Gaza, penduduk sekitar pun mulai menaksir kerugian sekaligus berduka bagi kerabat mereka yang menjadi korban tewas.

Nickolay Mladenov, Utusan PBB untuk Konflik Israel-Palestina terbang ke Kairo Rabu (13/11/2019) menyusul laporan dia hendak menghentikan ketegangan.

Meski begitu, juru bicara Jihad Islam Musab al-Barayem menyebut kubunya tak tertarik bermediasi. Sebab, mereka ingin membalas kematian komandan mereka.

Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, kelompok itu harus menghentikan serangan roketnya, atau bakal "semakin hancur".

Baca juga: Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Hamas Tak Disalahkan

Jika ada yang menarik dalam konflik terbaru di Jalur Gaza adalah untuk pertama kalinya, Tel Aviv tidak menyalahkan kelompok Hamas.

Biasanya, mereka akan menyalahkan Hamas selaku organisasi yang menembakkan roket dari daerahnya menuju ke daerah Israel.

"Untuk pertama kalinya di era modern ini, Israel seperti menarik jarak antara Hamas dengan Jihad Islam," ujar komentator Ben Caspit di harian Maariv.

Pendapat yang sama disuarakan oleh peneliti dari Harry Truman Research Institute for Peace in Jerusalem, Ronni Shaked.

"Kini pertarungannya bukan lagi melawan Hamas. Namun bertarung menghadapi Jihad Islam," demikian pernyataan yang disampaikan Shaked.

Meski tidak disalahkan, Hamas menegaskan bahwa mereka akan bergerak jika jet tempur Israel masih terus membombardir Gaza.

"Kelompok perlawanan akan menanggapi agresi Israel, dan melindungi rakyat Palestina," jelas Hamas dan milisi lainnya dalam keterangan resmi.

Baca juga: Serangan Bom Incar Anggota Sayap Militer Hamas dan Jihad Islam

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X