KILAS

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Kompas.com - 12/11/2019, 15:45 WIB
Tim relawan Dompet Dhuafa, mulai bangun Rumah Sementara (Rumtara) untuk penyintas bencana di Mindanao, Filipina. Selain menghadirkan rumtara, tim Dompet Dhuafa juga suplai kebutuhan logistik dan hygiene kit. Dok. Dompet DhuafaTim relawan Dompet Dhuafa, mulai bangun Rumah Sementara (Rumtara) untuk penyintas bencana di Mindanao, Filipina. Selain menghadirkan rumtara, tim Dompet Dhuafa juga suplai kebutuhan logistik dan hygiene kit.

KOMPAS.com - Tim Dompet Dhuafa tercatat sebagai satu-satunya lembaga kemanusiaan asing (NGO) pertama yang masuk wilayah gempa di Filipina.

Untuk diketahui, gempa mengguncang wilayah selatan Kepulauan Mindanao, Filipina dengan kekuatan 6,6 skala richter. Gempa terjadi sekitar pukul 9.04 waktu setempat, Selasa (29/10/2019).

Sasaran respons tim kali ini adalah memberikan bantuan kemanusiaan termasuk merencanakan pembangunan hunian sementara bagi korban yang kehilangan tempat tinggalnya.


Tim Dompet Dhuafa membawa beberapa bantuan berupa logistik, sanitasi air, kesehatan, dan menangani terapi trauma bencana.

Baca juga: Resmikan Kedai Kopi, Dompet Dhuafa Ingin Entaskan Kemiskinan

Gallentes (62) adalah salah satu penduduk yang rumahnya hancur akibat guncangan gempa. Ia kemudian mendirikan tenda sederhana di area dekat reruntuhan rumahnya.

Alasan mengapa ia belum juga mengungsi adalah karena Gallentes harus menjaga ternak sebagai satu-satunya aset yang tersisa.

Salah satu tokoh masyarakat di Makilala, Buena Vida North Cotabato ini bertahan hidup tanpa bantuan logistik dan kebutuhan lainnya. Hal ini nyaris membuatnya putus harapan. Beruntung, Gallentes bertemu dengan tim yang sedang melakukan evakuasi.

“Selain bantuan logistik, Gallentes menjadi warga pertama yang dibangunkan Hunian Sementara (Huntara) oleh Dompet Dhuafa. Kado cinta dari warga Indonesia untuk penyintas bencana gempa Filipina,” ujar Direktur Dompet Dhuafa Konstruksi, Herdiansyah pada rilis tertulis, Selasa (12/11/2019).

Baca juga: Perluas Jangkauan, Dompet Dhuafa Buka 200 Zona Layanan di 34 Provinsi

Kisah Gallentes hanya satu dari banyaknya kisah yang dialami oleh para penyintas gempa Filipina.

Sebagai informasi, Tim Dompet Dhuafa telah hadir dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada penyintas bencana gempa bumi di Provinsi Cotabato, Mindanao, Filipina sejak 4 November 2019.

Sedikitnya, 22 orang dinyatakan tewas dan sebanyak 35.000 jiwa mengungsi lantaran dampak bencana tersebut.

“Huntara Gallentes dibangun dalam waktu 48 jam. Ia tinggal beserta anak, cucu dan menantunya. Dengan haru bahagia, ia mendoakan yang terbaik untuk Indonesia, khususnya donatur Dompet Dhuafa,” lanjut Herdiansyah.

Selain itu, Pos Dompet Dhuafa juga didirikan di salah satu wilayah pusat evakuasi, yakni daerah Makilala, Mindanao Utara. Di sana ada sekitar 200 keluarga yang masih mengungsi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X