Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Kompas.com - 12/11/2019, 14:58 WIB
Dalam foto yang diambil pada 21 Oktober 2016, komandan milisi di Jalur Gaza Jihad Islam, Baha Abu al-Ata, menghadiri acara di Gaza City, Jalur Gaza. Israel mengklaim membunuh Ata dan istrinya di rumahnya pada 12 November 2019. AFP/STRDalam foto yang diambil pada 21 Oktober 2016, komandan milisi di Jalur Gaza Jihad Islam, Baha Abu al-Ata, menghadiri acara di Gaza City, Jalur Gaza. Israel mengklaim membunuh Ata dan istrinya di rumahnya pada 12 November 2019.

GAZA CITY, KOMPAS.com - Serangan Israel di Jalur Gaza dilaporkan menewaskan komandan milisi Palestina Jihad Islam saat berada di rumahnya.

Sayap militer kelompok itu membenarkan pernyataan Tel Aviv yang menggempur Baha Abu al-Ata. Istri Ata juga dilaporkan tewas dalam serangan itu.

Dilansir AFP Selasa (12/11/2019), Islam menyalahkan Ata atas serangan ke wilayah mereka, dan menyebut komdan Jihad Islam itu merencanakan penyerbuan lanjutan.

Baca juga: Pesawat Tempur Israel Hantam Pertahanan Hamas di Jalur Gaza


Warga Jalur Gaza mengungkapkan, serangan itu direspons dengan tembakan roket ke arah Israel. Namun, tak dijelaskan apakah terdapat korban luka.

"Sebuah bangunan di Jalur Gaza, tempat pemimpin senior milisi Palestina Baha Abu al-Ata berada, diserang," ujar militer dalam keterangan resmi.

Kerusakan yang terlihat di rumah Ata karena serbuan itu bisa terlihat di distrik Shejayia, Gaza City. Masjid setempat melalui pengeras suara juga mengumumkan kematiannya.

Hamas Mengancam Bakal Balas Dendam

Tel Aviv menyebut komandan 42 tahun itu adalah dalang tembakan roket di festival musik kota Sderot Agustus lalu, begitu juga serangan awal November ini.

"Ata bertanggung jawab atas sebagian besar teror di Jalur Gaza sejak tahun lalum," ujar militer yang menyebut Ata sebagai "bom berdetak".

Diyakini, dia hendak menyiapkan serangan di sejumlah wilayah yang menargetkan warga sipil serta pasukan keamanan Israel dalam beberapa hari ke depan.

Serangan itu diyakini akan semakin memanaskan tensi antara Tel Aviv dengan milisi di Gaza yang dipimpin pergerakan Hamas.

Melalui pernyataan tanggapannya, Hamas mengancam bakal melancarkan balas dendam terhadap Israel setelah mereka menewaskan Ata.

Apalagi, Jihad Islam merupakan milisi terkuat kedua di Jalur Gaza setelah Hamas, dengan dua kelompok tersebut menjalin persekutuan.

Militer menuturkan, mereka sudah mengerahkan pasukan untuk bersiap menghadapi kemungkinan serangan. Kedua pihak sudah tiga kali berperang sejak 2008.

Baca juga: Serangan Bom Incar Anggota Sayap Militer Hamas dan Jihad Islam

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X