Kompas.com - 12/11/2019, 11:34 WIB
Petugas polisi anti-huru hara menembakkan gas air mata ke arah demonstran dalam aksi protes di Hong Kong, Senin (21/10/2019). AFP / ED JONESPetugas polisi anti-huru hara menembakkan gas air mata ke arah demonstran dalam aksi protes di Hong Kong, Senin (21/10/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com — Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan, aksi protes yang terjadi sudah melanggar prinsip demokrasi dan menyebut demonstran "musuh rakyat".

Dalam pidatonya, dia berseloroh dengan menyebut pendemo sebagai "perusuh" yang tanpa henti berusaha "menghancurkan peradaban mereka".

Dilansir Sky News Senin (11/11/2019), Lam mengatakan karena kekerasan yang terus terjadi, Hong Kong tengah berada dalam kesusahan.

Baca juga: Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Dia menuturkan bahwa para demonstran tidak akan berhasil mencapai apa yang mereka inginkan dan meminta penduduk lain untuk tenang.

Pidato yang dia sampaikan terjadi beberapa jam setelah seorang polisi menembak pengunjuk rasa dan pria dibakar hidup-hidup oleh pendemo.

Sejumlah peserta unjuk rasa terluka setelah seorang polisi melajukan motornya dan menabrak kerumunan orang yang berdemonstrasi pada Senin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Sai Wan Ho, pengunjuk rasa yang berkostum hitam ditembak tatkala sekelompok orang berusaha memblokade jalan di tengah kesibukan pagi hari.

Demonstran itu ditembak ketika berusaha merebut pistol yang diajukan si polisi di mana dia tengah memiting pengunjuk rasa lainnya.

"Saya mendengar tiga kali tembakan. Pam, pam, pam," kata seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian kepada kantor berita Reuters.

Otoritas rumah sakit menyatakan, mereka mengonfirmasi ada pengunjuk rasa yang dirujuk ke rumah sakit. Dia berusia 21 tahun dan menjalani operasi.

Kepala Westminster Friends of Hong Kong Natalie Bennett di Inggris mengecam tindakan kepolisian dan mendesak London seharusnya menjatuhkan sanksi.

"Perilaku dari polisi Hong Kong ini benar-benar rendah. Aksi mereka sudah melakukan pelanggaran atas kesepakatan penyerahan," tutur Bennett.

Mantan pemimpin Partai Green itu juga mengecam pemerintahan Lam karena mengabaikan tuntutan demonstran membentuk penyelidikan independen.

Sebagian masyarakat Hong Kong turun ke jalan pada Juni lalu untuk menolak usulan UU Ekstradisi yang dianggap makin memperkuat pengaruh China.

Salah satu pusat finansial dunia itu menikmati kebebasan berpendapat sejak diserahkan oleh Inggris kepada Beijing pada 1997.

Lambat laun, aksi protes itu makin meluas dengan desakan pengusutan kebrutalan polisi hingga hak untuk memilih pemimpin sendiri.

Baca juga: Berdebat dengan Demonstran, Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.