Diduga Lakukan Kecurangan dalam Pemilu, Presiden Bolivia Mengundurkan Diri

Kompas.com - 11/11/2019, 08:04 WIB
Presiden Bolivia Evo Morales bersama panglima militer, Jenderal Williams Kaliman, ketika menghadiri peringatan 140 tahun Pertempuran Calama pada 23 Maret 2019. Pada 10 November 2019, Evo Morales mengundurkan diri setelah dia diduga melakukan kecurangan dalam pemilu Oktober lalu. AFP/AIZAR RALDESPresiden Bolivia Evo Morales bersama panglima militer, Jenderal Williams Kaliman, ketika menghadiri peringatan 140 tahun Pertempuran Calama pada 23 Maret 2019. Pada 10 November 2019, Evo Morales mengundurkan diri setelah dia diduga melakukan kecurangan dalam pemilu Oktober lalu.

LA PAZ, KOMPAS. com - Presiden Bolivia Evo Morales mengundurkan diri buntut aksi protes yang dilatarbelakangi dugaan dia melakukan kecurangan dalam pemilu.

Dilansir Sky News Minggu (10/11/2019), pengumuman itu muncul setelah panglima militer Jenderal Williams Kaliman menyerukannya untuk mundur.

"Setelah melakukan analisis, kami meminta presiden mengundurkan diri demi menjaga pengamanan dan mempertahankan stabilitas, demi kebaikan rakyat Bolivia," ujarnya.

Baca juga: Ingin Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Indonesia dan Bolivia Jajaki Bentuk Forum Bisnis

Senada dengan Kaliman, komandan polisi Jenderal Vladimir Yuri Calderon seperti dikutip AFP juga mendesak Evo Morales meletakkan jabatan.

Karena itu dalam pernyataannya di televisi, Morales pun resmi mengakhiri jabatan sebagai presiden dengan jabatan terlama di Amerika Latin.

Morales yang berkuasa sejak 2006 itu kembali memenangkan pemilu pada 20 Oktober lalu, dengan selisih kemenangan yang tipis.

Tetapi oposisi menyebut kemenangan di periode keempatnya kontroversial, dan menuding pemimpin 60 tahun itu melakukan kecurangan.

Karena itu aksi protes pun pecah, dengan tiga orang tewas dan lebih dari ratusan orang terluka akibat bentrok antara demonstran dan keamanan.

Organisasi Negara Amerika (OAS) kemudian melakukan audit atas hasil pemilu, dan menemukan adanya banyak kejanggalan dalam laporan yang dirilis Minggu.

Di antaranya adalah teknologi yang dipakai, rantai dari surat suara yang diamankan untuk dihitung, integritas penghitungan, dan proyeksi statistik.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Sky News,AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X