Dua Orangutan di Thailand akan Pulang Kampung ke Indonesia

Kompas.com - 09/11/2019, 18:09 WIB
Orangutan Sumatera (Pongo abelli) Reipok Rere bergelantungan di kawasan hutan reintroduksi cagar Alam Jantho, Aceh Besar, Aceh, Selasa (18/6/2019). Dua orangutan Sumatera, Reipok Rere dan Elaine, menghabiskan hampir dua tahun untuk belajar mengurus diri di pusat rehabilitasi dan forest school (sekolah hutan) hingga akhirnya dikembalikan ke alam liar di kawasan hutan cagar alam Jantho. AFP/CHAIDEER MAHYUDDINOrangutan Sumatera (Pongo abelli) Reipok Rere bergelantungan di kawasan hutan reintroduksi cagar Alam Jantho, Aceh Besar, Aceh, Selasa (18/6/2019). Dua orangutan Sumatera, Reipok Rere dan Elaine, menghabiskan hampir dua tahun untuk belajar mengurus diri di pusat rehabilitasi dan forest school (sekolah hutan) hingga akhirnya dikembalikan ke alam liar di kawasan hutan cagar alam Jantho.

BANGKOK, KOMPAS.com - Dua orangutan di Thailand akan pulang kampung ke Indonesia pada akhir Desember 2019 ini.

Dilansir dari Bangkok Post, Departemen Taman Nasional, dan Konservasi Satwa dan Tanaman Thailand akan merepatriasi atau memulangkan dua orangutan bernama Kola dan Giant.

Kola dan Giant tadinya dirawat di Thailand di bawah perjanjian Konvensi Pertukaran Internasional dalam Spesies Flora dan Fauna yang Dilindungi atau CITES yang diratifikasi Thailand pada 1983.

Kola akan pulang lebih dulu. Kola lahir sembilan tahun lalu dari orangtua yang berasal dari Indonesia. Kedua orangtua Kola sudah dipulangkan pada 2015.

Baca juga: Mirip Manusia, Orangutan Juga Menjomblo dan Pulang Kampung

Setelah Kola, Giant yang berusia tujuh tahun akan menyusul. Giant diselamatkan dari seorang penyelundup hewan lima tahun lalu.

Kola dan Giant selama ini dirawat di penangkaran milik Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand di provinsi Ratchaburi.

Kendati keduanya lahir di Thailand, otoritas Thailand menemukan bahwa DNA keduanya cocok dengan orangutan yang biasa ditemukan di Kalimantan dan Sumatra.

Berdasarkan aturan CITES, satwa yang ditangkarkan harus dikembalikan ke negara asalnya.

Baca juga: Pembalakan Liar dan Api Kebakaran Hutan Ditemukan di Pusat Rehabilitasi Orangutan

Sebelumnya, Thailand pernah mengembalikan 14 orangutan ke Indonesia pada 2015. Pemulangan ini akan jadi yang kedua kalinya.

Seorang pejabat kementerian yang menolak disebut namanya, menyebut akan ada empat orangutan lainnya yang dipulangkan ke Indonesia.

Adapun biaya pemulangan, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah Thailand.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X