Kompas.com - 09/11/2019, 14:44 WIB

 

Tembok ini kemudian dikirim ke New York dan Die Offene Gessellschaft sendiri yang mengantarkannya lewat jalur darat ke Washington.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Mereka mengaku sudah mengabarkan White House atau Gedung Putih perihal pengiriman hadiah ini. Namun, mereka belum mendapat balasan apakah hadiah ini akan diterima atau tidak.

Rencananya, hadiah ini akan diserahkan langsung pada 9 November malam, tepat saat puncak peringatan 30 tahun runtuhnya Tembok Berlin.

"Jika Presiden menerima surat, itu miliknya. Tapi hadiah yang diberikan kepada presiden yang menjabat akan menjadi milik negara dan bukan orang yang menjabat. Ini akan jadi milik warga," kata Managing Director Die Offene Gessellschaft Philip Husemann kepada Quartz.

"Jadi kami harap surat ini akan berakhir di tempat umum di mana semua warga bisa membacanya. Lagu pula, pesan utamanya adalah 'terima kasih' dari warga Berlin untuk Amerika Serikat dan rakyatnya," kata Husemann.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Presiden Trump Segera Tandatangani Kebijakan Anti-imigran Baru

Tembok Berlin dan Amerika Serikat

Pada hari ini, tepat tiga dekade lalu, tembok yang menjadi simbol pemisah warga Jerman Barat dan Jerman Timur dirobohkan oleh massa.

Tembok Berlin didirikan pada 1961 ketika perang ideologi berkecamuk di Jerman. Jerman Timur di bawah pengaruh sosialisme Uni Soviet membangun tembok ini karena banyak warganya khususnya yang muda, lari ke Jerman Barat.

Saat itu, Jerman Barat yang mengadopsi demokrasi dan kapitalisme barat. Sebanyak 5.000 orang gagal menembus blokade tembok. Selain itu, sebanyak 191 orang meninggal dunia dalam usaha untuk melintasi tembok pembatas tersebut.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Presiden Ronald Reagan Tantang Soviet Hancurkan Tembok Berlin

Amerika Serikat sendiri mengutuk tembok yang fasis ini. Presiden JF Kennedy pada 1963 mengunjungi Tembok Berlin dan menyampaikan pidato "Ich bin ein Berliner" atau "Saya adalah orang Berlin".

Selain Kennedy, Presiden Ronald Reagan juga mendukung hancurnya tembok ini dan menyebut Uni Soviet "An Evil Empire" atau kerajaan jahat.

Proses reunifikasi atau bergabungnya Jerman Barat dan Timur terjadi pada tanggal 3 Oktober 1990 atau hampir setahun setelah runtuhnya tembok pemisah tersebut.

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Quartz
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.