Sebagai Sindiran, Trump Dikirimi Potongan Tembok Berlin

Kompas.com - 09/11/2019, 14:44 WIB
Potongan Tembok Berlin yang dikirim sekelompok warga Berlin ke Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam rangka peringatan 30 tahun runtuhnya Tembok Berlin. Die Offene GesellschaftPotongan Tembok Berlin yang dikirim sekelompok warga Berlin ke Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam rangka peringatan 30 tahun runtuhnya Tembok Berlin.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang dikerjai sekelompok warga Jerman.

Dalam rangka peringatan 30 tahun runtuhnya Tembok Berlin, Trump dikirimi sisa potongan tembok seberat 2,7 ton.

Dikutip dari Quartz, "hadiah" ini dikirim sebagai sindiran untuk Trump yang terobsesi membangun tembok perbatasan AS-Meksiko.

Tembok perbatasan itu adalah bagian dari kebijakan "Anti- Imigran" Trump.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Tembok Berlin Dirobohkan Massa

"Kami ingin memberikan Anda potongan terakhir Tembok Berlin yang gagal, untuk memperingati dedikasi Amerika Serikat membangun dunia tanpa pembatas," demikian bunyi surat yang ditulis di potongan tembok.

"Jerman telah bersatu kembali, dan di Berlin, hanya ada beberapa potongan yang tersisa untuk mengingatkan kita bahwa tak ada tembok yang bertahan selamanya," lanjut surat itu.

Aksi ini diinisiasi Die Offene Gessellschaft, organisasi nirlaba di Berlin yang pro-demokrasi. Mereka mendapatkan tembok ini dari seorang penjual di Berlin yang masih menyimpan sedikit sisa Tembok Berlin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Quartz
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X