Dianggap Menyalahgunakan Yayasan untuk Kepentingan Politik, Trump Diminta Bayar Rp 28 Miliar

Kompas.com - 08/11/2019, 17:07 WIB
AFP / SAUL LOEB

NEW YORK, KOMPAS.com - Hakim AS memerintahkan Presiden Donald Trump membayar Rp 28 miliar setelah dianggap menyalahgunakan yayasan untuk kepentingan politik dan bisnis.

Hakim Saliann Scarpulla dari Mahkamah Agung New York meminta presiden 73 tahun itu membayar ganti rugi kepada sekelompok organisasi nirlaba.

Gugatan perdata dari kelompok organisasi nirlaba itu diajukan oleh Jaksa Agung Negara Bagian New York, Letitia James, dilaporkan AFP Jumat (8/11/2019).

Baca juga: 9 Anggota Mormon Tewas Diserang di Meksiko, Trump Serukan Perang atas Kartel Narkoba


Juni tahun lalu, James mengajukan gugatan kepada Yayasan Trump. Dia menganggap badan itu melakukan "perilaku ilegal". Seperti koordinasi tak tepat dengan tim kampanye Pilpres AS 2016.

Presiden 73 tahun itu memang setuju menutup yayasannya pada Desember 2018. Tetapi, gugatan tersebut jalan terus di mana jaksa mencari ganti rugi jutaan dollar.

"Keputusan ini adalah kemenangan penting dalam upaya kami melindungi aset yayasan, dan membawa pelakunya bertanggung jawab karena menyalahgunakan demi kepentingan pribadi," tegas James.

Dikatakan Trump menggunakan dana yang terkumpul untuk menyelesaikan tuntutan hukum, mempromosikan hotelnya, hingga pengeluaran pribadi.

Disebutkan juga pada awal 2016, presiden ke-45 AS itu menggelar acara penggalangan dana. Namun yang sebenarnya adalah kegiatan kampanye.

Trump membalas dengan balik menuduh James dengan sengaja memaknainya secara politik, dan menyebut penyelesaian kasus itu bukan tentang mencari ganti rugi.

"Setiap sen dari 19 juta dollar (Rp 266,3 miliar) dari Yayasan Trump mengalir untuk kegiatan amal besar," ujarnya dalam rilis resmi.

Dia mengeluhkan bagaimana dilecehkan secara politik ketika diminta membayar 2 juta dollar AS, atau Rp 28 miliar, dan bersikukuh yayasannya tidak berbuat kesalahan.

Keputusan dari Hakim Scarpulla merupakan pukulan telak ketiga yang diderita presiden dari Partai Republik itu di New York pada pekan ini.

Pada Senin (4/11/2019), pengadilan banding AS meminta kantor akuntan untuk menyerahkan pengembalian pajak Trump selama delapan tahun terakhir.

Di hari yang sama, kolumnis majalah E Jean Carroll menggugat sang presiden atas dasar fitnah setelah dia disebut mengarang cerita telah diperkosa oleh Trump.

Baca juga: Trump Tak Datang di KTT ASEAN, Pemimpin Asia Tenggara Tolak Bertemu Pejabat AS

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X