Pria Kanada Kisahkan Tepi Jalan Rumahnya yang Rusak pada 1993 Dijadwalkan Diperbaiki 2037 Mendatang

Kompas.com - 06/11/2019, 14:01 WIB
Ilustrasi tepi jalan. ShutterstockIlustrasi tepi jalan.

WINNIPEG, KOMPAS.com - Seorang pria Kanada mengisahkan tepi jalan di rumahnya yang dirusak pada 1993, baru dijadwalkan diperbaiki di 2037, atau 44 tahun sesudahnya.

Calvin Hawley, warga Winnipeg, menceritakan awalnya tepian di rumahnya rusak akibat terjangan mobil pembersih salju pada Januari 1993.

Baca juga: Viral Video Polisi Jombang Beri Makan dan Cuci Muka ODGJ di Tepi Jalan

Dilansir CBC News via Newsweek Selasa (5/11/2019), dia melaporkan kerusakan itu pada pemerintah kota. Namun tak pernah didatangi.

"Suatu hari, mereka memberi tahu bahwa sistem keluhannya diganti. Karena itu, laporan saya tentang kerusakan itu tidak pernah tercatat," ungkapnya.

Jadi, Hawley pun mengulangi laporannya kepada pemerintah kota yang berada di Provinsi Manitoba, Kanada, selama 24 tahun terakhir.

Dia sempat mendengar ada suara perbaikan jalan di samping rumah. Tetapi, petugas itu memperbaiki tepi jalan yang berada di depan kediamannya.

Hawley kemudian kembali melapor. Akhirnya dia pun mendapat nomor layanan. Namun saat dia mengecek, tertera tanggal perbaikannya adalah 26 Juni 2037.

"Bagaimana ini bisa masuk akal?" tanya Hawley heran mendapati bahwa tepi jalan di tempatnya baru diperbaiki 44 tahun setelah dia melaporkannya pertama kali.

Birokrasi disebut menjadi faktor lamanya keluhan warga baru dilayani, dengan Hawley bukan warga Winnipeg pertama yang harus menunggu sangat lama.

Juru bicara pemerintah menerangkan, mereka perlu menganalisa dulu kerusakannya. Jika memang darurat, bakal mendapat prioritas.

Namun jika tidak, maka akan dimasukkan ke dalam permintaan layanan perawatan, di mana butuh waktu bertahun-tahun sebelum ditangani.

"Jadi dalam kasus itu, jalan regional bisa selesai dalam waktu 5 tahun, non-regional 10 tahun, dan jalan permukiman 20 tahun," terang Ken Allen.

Baca juga: Kisah di Balik Ibu Hamil yang Melahirkan di Tepi Jalan Rusak, Dibantu Warga hingga Ditandu dengan Kain Sarung



Sumber Newsweek
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X