AS Tuduh China Lakukan "Intimidasi" di Laut China Selatan

Kompas.com - 05/11/2019, 16:23 WIB
Para pemimpin Asia Tenggara dan sejumlah negara kawasan lain seperti Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, dan Perdana Menteri China Li Keqiang berjabat tangan dalam sesi foto KTT ASEAN di Bangkok, Thailand, pada 4 November 2019. Pertemuan tersebut tak dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP/MANAN VATSYAYANAPara pemimpin Asia Tenggara dan sejumlah negara kawasan lain seperti Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, dan Perdana Menteri China Li Keqiang berjabat tangan dalam sesi foto KTT ASEAN di Bangkok, Thailand, pada 4 November 2019. Pertemuan tersebut tak dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

BANGKOK, KOMPAS.com - AS menuding China melontarkan kecaman terkuat kepada China dengan menuduh mereka mengintimidasi kawasan Laut China Selatan.

Dua kekuatan besar dunia itu saling melemparkan tuduhan dalam KTT ASEAN yang dilangsungkan di Bangkok, Thailand, terkait Laut China Selatan.

Jika AS menuduh China melakukan intimidasi, maka Beijing membalas dengan menyebut Negeri "Uncle Sam" telah memperkeruh suasana.

Baca juga: Terbang di Atas Laut China Selatan, Pilot Helikopter Australia Diserang Laser

Beijing mengklaim sebagian besar laut, di mana mereka dituding membangun fasilitas militer, pulau buatan, hingga mengerahkan kapal nelayan.

Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien menekankan tentang perlunya kebebasan navigasi selama KTT ASEAN, dilansir AFP Senin (4/11/2019).

"Beijing sudah mengintimidasi negara Asia Tenggara untuk mengeksploitasi laut mereka sendiri. Negara besar harusnya tak perlu merisak negara lain," katanya.

Kementerian Luar Negeri AS kemudian merilis laporan strategi Asia-Pasifik mengecam China untuk klaimnya, dengan menyebutnya sembilan garis putus-putus.

Dalam laporannya, Washington menyatakan klaim Negeri "Panda" soal "sembilan garis putus-putus" tak masuk akal, tak berdasar, serta tidak sah.

Washington semakin keras kepada China terkait Laut China Selatan. Tetapi, mereka meminta negara pengklaim menyelesaikannya secara damai.

China mengklaim kawasan tersebut berdasarkan peta yang dibuat pada 1940-an, ketika Beijing baru terbentuk dan merebut sebuah pulau dari kekuasaan Jepang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X