Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Dikhianati Anak Buahnya Sendiri?

Kompas.com - 05/11/2019, 09:08 WIB
Dalam video yang dirilis media Al-Furqan, sosok yang diyakini Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi tampil dalam tayangan propaganda. Pertama kalinya sejak dia mengumumkan kekhalifahan ISIS di Mosul, Irak, pada 2014 silam. AFP/SOURCES/-Dalam video yang dirilis media Al-Furqan, sosok yang diyakini Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi tampil dalam tayangan propaganda. Pertama kalinya sejak dia mengumumkan kekhalifahan ISIS di Mosul, Irak, pada 2014 silam.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi disebut dikhianati anak buah sendiri dengan mengungkap lokasi persembunyiannya.

Pria yang tak disebutkan identitasnya itu disebut berada dalam bangunan tempat Baghdadi bersembunyi ketika Pasukan Delta datang menyerbu Sabtu (26/10/2019).

Dalam keterangan pejabat anonim AS kepada The Washington Post dikutip Daily Mail pekan lalu, si anak buah memberikan lokasi dengan detil.

Baca juga: Kakak Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Ditangkap di Suriah

Di antaranya seperti apa ruangan dan interior Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi berada, sehingga memudahkan Pasukan Delta AS melacaknya.

Baghdadi diberitakan tewas setelah mengaktifkan rompi bunuh diri ketika dikejar hingga ke ujung terowongan, membunuh juga dua anak yang bersamanya.

Si sumber mengungkapkan, sosok yang mengkhianati Baghdadi itu bakal menerima sebagian hadiah 25 juta dollar AS, sekitar Rp 350 miliar.

Selain itu, dia bersama keluarganya dilaporkan sudah dipindahkan dari Suriah sekitar dua hari setelah militer AS menyerbu bangunan di desa Barisha itu.

Sumber AS mengatakan, si pengkhianat disebut merupakan Sunni Arab, dan berubah haluan setelah dia dendam karena ISIS membunuh keluarganya.

Informan itu diyakini memimpin sekelompok orang untuk mencuri celana dalam Baghdadi guna memastikan celana dalamnya, dilaporkan NBC News.

Baca juga: [KABAR DUNIA SEPEKAN] ISIS Benarkan Baghdadi Tewas | Raja Thailand Pecat Pengawal karena Berzina

Intelijen Kurdi yang mengawasi si informan segera menyerahkan celana dalam itu kepada AS sebelum operasi dimulai pada Sabtu malam waktu setempat.

Komandan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Mazloum Abdi, kepada NBC mengungkapkan bagaimana informan memaparkan dengan akurat.

Seperti tata letak ruangan per ruangan di desa Barisha, jumlah lantai, berapa penjaga yang ada, hingga terowongan persembunyian.

Pernyataan Abdi itu terjadi setelah Presiden Donald Trump mendapat kritikan baru karena menarik pasukan dari utara Suriah, dan dianggap meninggalkan Kurdi.

Dalam konferensi pers Minggu (27/10/2019), Trump memuji Pentagon karena di saat terakhir, Baghdadi disebutnya "ketakutan dan panik".

Baca juga: Rusia Pertanyakan Klaim AS soal Tewasnya Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi

Dua sumber intelijen kepada The New York Times menuturkan, mereka mendapat informasi paling banyak dari Kurdi Irak dan Suriah.

Pejabat intelijen itu menjelaskan bahwa sepanjang musim panas, mereka mulai memetakan lokasi dan merencanakan serangan militer.

Namun, rencana tersebut nyaris rusak ketika Trump membuat keputusan mengejutkan dengan menarik tentara Negeri "Uncle Sam" dari Suriah.

Langkah itu berujung pada keputusan Pentagon menyetujui serangan malam, sebelum kontrol mereka terhadap pasukan hingga pesawat di Suriah menghilang.

Mereka menerangkan bagaimana Kurdi terus memberikan informasi kepada CIA, meski mereka menjadi rentan menjadi target serangan Turki.

Pada 9 Oktober setelah Trump menarik militer AS, Turki meluncurkan Operation Peace Spring untuk menggempur milisi Kurdi Suriah.

Intelijen AS menggunakan sampel DNA di celana dalam untuk memastikan bahwa Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi ada di bangunan tersebut.

Dalam jumpa pers, Trump mengucapkan terima kasih kepada Kurdi, yang dia sebut "memberikan informasi yang sangat berguna".

Baca juga: Trump: AS Sudah Tahu Pengganti Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi



Sumber Daily Mail
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X