Koalisi Internasional Ungkap dan Hancurkan Terowongan Persembunyian ISIS

Kompas.com - 04/11/2019, 09:00 WIB
Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan AS pada 30 Oktober 2019 memperlihatkan pasukan khusus (kanan, bawah) menyerbu bangunan yang diyakini dijadikan tempat bersembunyi Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi di Barisha, Suriah, pada 26 Oktober 2019. AFP/US Department of Defense/JOSE ROMEROFoto yang dirilis Kementerian Pertahanan AS pada 30 Oktober 2019 memperlihatkan pasukan khusus (kanan, bawah) menyerbu bangunan yang diyakini dijadikan tempat bersembunyi Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi di Barisha, Suriah, pada 26 Oktober 2019.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Koalisi internasional yang menumpas ISIS menyatakan, mereka menemukan dan meledakkan terowongan yang dipakai kelompok itu bersembunyi.

Operation Inherent Resolve (OIR) menggunakan material ledakan, untuk menghancurkan terowongan sepanjang 396 meter di Provinsi Ninewah, Irak.

Dalam keterangan pers yang dirilis koalisi dilansir Fox News Sabtu (2/11/2019), terowongan itu disebut merupakan "surga" bagi ISIS.

Baca juga: Turki Bakal Pulangkan Anggota Asing ISIS ke Negara Asal

Sebabnya, di tempat itu ditemukan area untuk tidur, panci yang dipakai untuk memasak, maupun bahan yang digunakan sebagai penerangan.

"Kami mengungkap lokasi di mana Daesh (singkatan ISIS dalam bahasa Arab) bersembunyi," ujar Komandan OIR, Mayor Jenderal Udara Eric Hill.

Pernyataan itu terjadi sepekan setelah Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi tewas bunuh diri setelah diserang pasukan khusus AS.

Kelompok ekstremis itu kemudian mengumumkan Abu Ibrahim al-Hashimi al-Quraishi sebagai pengganti Baghdadi, dengan informasi tentangnya belum diketahui.

Sementara itu, Angkatan Udara Perancis mengklaim mereka mengebom gudang senjata ISIS di Irak, dan kemudian mengunggahnya di Twitter.

Dalam keterangan koalisi, dua sistem di desa kawasan Ninewah juga diledakkan. Satu oleh bom. Satu menggunakan jet tempur F-35.

Koalisi menuturkan, tempat itu juga berfungsi sebagai "lokasi istirahat", dan diyakini sebagai lokasi transit bagi anggota kelompok mereka.

ISIS dilaporkan menggunakan terowongan di pegunungan luar Mosul, Irak, antara 2014 hingga 2016, demikian keterangan sumber koalisi.

Hill menjelaskan, persembunyian itu belum pernah dihancurkan, dengan ISIS masih menggunakannya untuk kabur dari "tekanan" koalisi internasional.

"Dengan menutup lokasi bersembunyi Daesh, maka kami menghapuskan kemampuan mereka untuk merencanakan kegiatan terorisme mereka," ujar Hill.

Merujuk kepada informasi koalisi, tekanan ditambah dengan mulai masuknya musim hujan diyakini bakal membuat ISIS lari ke pegunungan.

"Kami pikir dengan bantuan mitra kami, kami terus memburu mereka, melanjutkan upaya membasmi mereka di mana pun mereka berada," terang Hill kembali.

Baca juga: Rusia Pertanyakan Klaim AS soal Tewasnya Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Fox News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Mata-mata, 2 Diplomat China Diam-diam Diusir AS

Diduga Mata-mata, 2 Diplomat China Diam-diam Diusir AS

Internasional
AS Disebut Bakal Umumkan Penarikan 4.000 Tentara dari Afghanistan

AS Disebut Bakal Umumkan Penarikan 4.000 Tentara dari Afghanistan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Tewas Ditembak Saat Kepergok Berhubungan Seks | Risma Cerita soal Bonek di Turki

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Tewas Ditembak Saat Kepergok Berhubungan Seks | Risma Cerita soal Bonek di Turki

Internasional
Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X