Kayla Mueller, Korban ISIS yang Jadi Nama Operasi AS Serang Abu Bakar al-Baghdadi

Kompas.com - 29/10/2019, 08:16 WIB
Eric Mueller membacakan puisi tentang saudarinya, pekerja kemanusiaan Kayla Mueller di Prescott, Arizona, pada 18 Februari 2015. Kayla Mueller diculik ISIS di Suriah pada 2013, di mana dia disebut tewas pada Februari 2015. Namanya kemudian diabadikan sebagai operasi penyerbuan AS yang menewaskan Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi di Idlib, Sabtu (26/10/2019). REUTERS/Deanna DentEric Mueller membacakan puisi tentang saudarinya, pekerja kemanusiaan Kayla Mueller di Prescott, Arizona, pada 18 Februari 2015. Kayla Mueller diculik ISIS di Suriah pada 2013, di mana dia disebut tewas pada Februari 2015. Namanya kemudian diabadikan sebagai operasi penyerbuan AS yang menewaskan Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi di Idlib, Sabtu (26/10/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi tewas dalam Operasi Kayla Mueller yang dilakukan pasukan khusus AS akhir pekan lalu.

Mueller dijadikan nama serangan itu karena dia merupakan salah satu dari warga AS yang tewas ketika disekap oleh kelompok ekstremis itu.

Kayla Mueller yang merupakan pekerja kemanusiaan yang diculik ISIS pada 2013 ketika mengunjungi rumah sakit. AS memastikan dia tewas pada 2015.

Baca juga: Kurdi Suriah Klaim Ambil DNA Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi dari Celana Dalamnya

Ayahnya, Carl Mueller, menyebut "perasaannya campur aduk" tatkala menunggu Presiden Donald Trump mengumumkan hasil operasi yang menggunakan nama putrinya.

Dalam konferensi pers Minggu (27/10/2019), Trump menyatakan Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi tewas bunuh diri ketika diserbu di Barisha.

Presiden 73 tahun itu menuturkan Kayla sebagai gadis muda cantik yang berusaha membantu orang lain, seperti dilaporkan AFP Senin (28/10/2019).

"Dia (Baghdadi) menahannya dalam waktu yang lama. Dia menawannya di penjara pribadinya," ujar Trump ketika mengumumkan kematian Baghdadi.

Gedung Putih mengumumkan bahwa operasi yang dilakukan Pasukan Delta pada Sabtu (26/10/2019) menggunakan nama Kayla Mueller untuk menghormatinya.

"Kami sangat tersentuh. Kami berterima kasih mereka tak mengacau dan melakukannya dengan baik," kata ibu Kayla, Marsha Mueller, kepada CNN.

Kayla diketahui bekerja sebagai Danish Refugee Council sebelum dia diculik di Aleppo. Dia diserahkan kepada Baghdadi pada akhir 2014, di mana dia dilaporkan diperkosa beberapa kali.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X