Penggal Bayi 8 Bulan, Pria Ini Dihukum Mati dengan Cara Ditembak di Kepala

Kompas.com - 28/10/2019, 18:11 WIB
Viktar Syarhel dan Natalya Kolb, dua pelaku pembunuhan dan pemenggalan bayi delapan bulan di Belarus. Syarhel dihukum mati dengan cara ditembak di belakang kepala. Sementara Kolb yang merupakan ibu si bayi dipenjara 25 tahun. Vecherny Brest via Daily MirrorViktar Syarhel dan Natalya Kolb, dua pelaku pembunuhan dan pemenggalan bayi delapan bulan di Belarus. Syarhel dihukum mati dengan cara ditembak di belakang kepala. Sementara Kolb yang merupakan ibu si bayi dipenjara 25 tahun.

MINSK, KOMPAS.com - Seorang pria di Belarus bakal dihukum mati dengan cara ditembak di belakang kepala setelah bayi delapan bulan dipenggal.

Mata Viktar Syarhel bakal ditutup, dan dipaksa berlutut dalam eksekusi yang pernah digunakan oleh Uni Soviet pada zaman Joseph Stalin.

Ibu dari si bayi yang dipenggal, Natalya Kolb, juga diputus bersalah dalam kasus itu dengan dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun.

Baca juga: Sedang Tidur, Pria di Filipina Dipenggal Pamannya yang Mabuk

Suami Kolb, Leonid, baru saja pulang dengan dua anak mereka ketika melihat putrinya sudah tidak bernyawa, demikian laporan media lokal.

Syarhel, seorang teman pasangan itu, dan Kolb tengah berada di apartemen dan minum-minum, demikian dilaporkan Daily Mirror Senin (28/10/2019).

Gadis kecil itu dilaporkan dibunuh dengan pisau dapur, dan mempunyai 46 luka. "Saat Leonid datang, dia seperti melihat adegan film horor," ungkap salah satu tetangga.

Dalam sidang yang berlangsung tertutup di Pengadilan Regional Brest, bayi itu sempat disiksa sebelum dipenggal "dengan sangat kejam".

Para tetangga menyatakan, Leonid dan Kolb adalah pasangan yang "bahagia", serta dilaporkan sempat membaptis anaknya di Gereja Ortodox.

Kolb dilaporkan terhindar dari hukuman mati karena perempuan tak bisa dieksekusi di Belarus. Karena itu, dia menerima hukuman maksimum.

Adapun Syarhel bisa dihukum mati dengan cara ditembak di kepala karena di Belarus, pria berusia antara 18-65 tahun bisa dieksekusi.

Lebih dari 400 orang telah dihukum mati di Belarus sejak negara itu memerdekakan diri pasca-kejatuhan Uni Soviet 1991 silam.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X