Inggris Buka Peluang Terima Kembali Perempuan dan Anak-anak ISIS

Kompas.com - 28/10/2019, 13:52 WIB
Perempuan dan anak-anak Suriah ditempatkan di kamp penampungan Al-Hol di bawah pengawasan Kurdi Suriah. AFP / DELIL SOULEIMANPerempuan dan anak-anak Suriah ditempatkan di kamp penampungan Al-Hol di bawah pengawasan Kurdi Suriah.

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris dikabarkan sedang merencanakan untuk memulangkan puluhan perempuan dan anak-anak ISIS dari Suriah.

Organisasi bantuan meyakini ada sekitar 60 anak-anak berkewarganegaraan Inggris yang masih ada di Suriah, dengan sebagian besar tinggal bersama ibu mereka.

Pemerintah Inggris telah berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak bisa menerima kembali perempuan dan anak-anak yang pernah terlibat dengan kelompok teroris itu.

Namun dilaporkan surat kabar The Sunday Times, yang mengutip korespondensi resmi, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Menteri Luar Negeri Dominic Raab sedang aktif mencari cara untuk memulangkan mereka.


Baca juga: Erdogan Kembali Mengancam Bakal Membanjiri Eropa dengan Pengungsi Suriah

Langkah perdana menteri dan menlu itu bertentangan dengan saran yang pernah disampaikan Kementerian Pertahanan dan Kantor Dalam Negeri Inggris, yang khawatir pemerintah harus terus mengawasi para perempuan ISIS itu jika menemani anak-anak mereka.

"Perdana menteri telah membuat keputusan dan kami semua akan bekerja untuk mengaturya, tetapi sangat sulit mengingat situasi keamanan," ucap salah seorang menteri yang mengkonfirmasi perintah perdana menteri untuk memulangkan beberapa anak-anak Inggris dari Suriah.

Sementara sumber pemerintah lainnya menegaskan bahwa hal tersebut tidak berarti semua perempuan dan anak-anak Inggris yang terlibat ISIS akan dipulangkan, melainkan bakal ditinjau berdasarkan kasus per kasus, tulis surat kabar itu.

Kabar rencana pemulangan itu sekaligus menjadi pembalik sikap pemerintah Inggris yang belum lama menyatakan menolak memulangkan siapa pun yang pernah menjadi pendukung aktif ISIS.

Baca juga: ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Dilaporkan The Sunday Times, para pejabat pemerintah telah mulai menghubungi kerabat dari beberapa orang bekas pendukung ISIS yang sedang berusaha kembali, meski ada ancaman penuntutan jika mereka kembali ke Inggris.

Menurut sumber-sumber kementerian, para perempuan yang dipulangkan dapat dituntut atas perbuatan pelecehan atau penelantaran anak, tanpa keharusan membuktikan bahwa mereka secara aktif mendukung kelompok teroris.

"Tidak ada alasan apa pun untuk meninggalkan anak-anak ini, karena mereka memang menjadi tanggung jawab negara Inggris," ujar mantan menteri kabinet Inggris David Davis, dalam keterangan tertulisnya kepada media itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X