Dibebaskan AS, Wanita yang Dituduh Mata-mata Rusia Ini Sampai di Moskwa

Kompas.com - 26/10/2019, 17:43 WIB
Maria Butina ditangkap pemerintah Amerika Serikat atas tuduhan menjadi agen mata-mata Rusia. (Facebook/Maria Butina) Maria Butina ditangkap pemerintah Amerika Serikat atas tuduhan menjadi agen mata-mata Rusia. (Facebook/Maria Butina)

MOSKWA, KOMPAS.com - Seorang wanita yang dituduh mata-mata Rusia sampai di Moskwa sehari setelah dibebaskan oleh Amerika Serikat ( AS).

Maria Butina sampai di Bandara Sheremetyevo setelah menghabiskan sembilan bulan di Penjara Tallahassee, Florida, pada Sabtu (26/10/2019).

Baca juga: Perempuan Agen Rusia, Maria Butina Segera Bebas dari Penjara AS

Diberitakan AFP, Maria Butina ditahan pada Juli 2018 dengan tuduhan melakukan kegiatan mata-mata bagi Negeri "Beruang Merah".


Pada Desember, wanita asal Siberia berusia 30 tahun itu menyepakati bakal mengaku bersalah atas tuduhan dia merupakan agen rahasia ilegal.

Pengadilan AS pun menjtuhkan hukuman penjara selama 18 bulan, dengan setengahnya sudah dia jalani sebelum dilepaskan Jumat (25/10/2019).

"Saya sangat senang kembali pulang. Saya bersyukur kepada semua orang yang mendukung saya, bagi rakyat Rusia yang membantu dan menuliskan surat kepada saya," ujar Butina.

Dia mengatakan, dia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Rusia dan para diplomat yang sudah membantu membebaskannya.

Saat mengucapkannya, Butina memeluk sejumlah buket bunga dengan ayah dan juru bicara kemenlu, Maria Zakharova, mengawalnya di gerbang kedatangan.

Saat ditangkap, Butina disebutkan menggunakan kedekatannya dengan Badan Senjata Nasional AS (NRA) untuk mendekati petinggi Partai Republik.

Upaya itu dilaporkan membuat Butina bisa bertemu dengan Prsiden Donald Trump sebelum Pilpres AS 2016, dan salah satu anaknya.

Butina merupakan satu-satunya warga Rusia yang ditangkap dan dipenjara berkenaan dengan penyelidikan dugaan intervensi Kremlin dalam Pilpres AS.

Moskwa saat itu menanggapi dengan menyatakan kasus Butina sarat akan muatan politis.

Baca juga: Tertuduh Mata-mata Rusia Ini Akui Berusaha Masuk Organisasi Senjata AS

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X