Kompas.com - 24/10/2019, 13:02 WIB

Jokowi yang diambil sumpahnya pada Minggu (20/10/2019) disebut menunjuk rivalnya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto, sebagai Menteri Pertahanan.

"Ini adalah hari yang kelam bagi hak asasi manusia dan keadilan di Indonesia," ujar Andreas Harsono, peneliti di Human Rights Watch.

Adapun dalam pernyataannya seusai melantik Kabinet Indonesia Maju, presiden asal Solo itu menegaskan dia siap mengganti jika ada dinilai bekerja tak maksimal.

Baca juga: Wishnutama jadi Menteri, Wina Natalia: Selamat Bekerja Ayah

"Jangan korup! Bekerjalah dengan serius. Bagi mereka yang bekerja tidak serius, saya tak segan-segan mencopot," tegas dia kepada menteri Kabinet Indonesia Maju.

Tak berbeda dengan The Post, media internasional asal Qatar, Al Jazeera, mengangkat headline Indonesia's Widodo appoints archrival as defence minister.

Al Jaeera mengutip pernyataan Direktur Eksekutif Amnesty Indonesia Usman Hamid. "Saya tak terlalu terkejut melihat rekam jejak Jokowi di mana dia mengangkat Jenderal Wiranto," tuturnya.

Usman merujuk pada periode pertama di mana Jokowi mengangkat Wiranto sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

Adapun jabatan itu kini diemban oleh Mahfud MD. Usman mengatakan penunjukan Prabowo memberikan sinyal mengkhawatirkan bagi penegakan HAM.

Sementara Agence France-Presse atau AFP juga mengulas dengan memberi judul Indonesian president taps election arch-rival for defence minister.

"Saya kira saya tidak perlu memberi tahu mengenai tugas beliau. Beliau lebih tahu dari pada saya," terang Jokowi saat memperkenalkan Prabowo Subianto.

Sejumlah pendukung Prabowo pun menyambut baik keputusan tersebut. "Mereka awalnya berkompetisi. Namun saat ini, mereka bersama membangun bangsa," ujar seorang relawan.

"Kami mengapresiasi Prabowo karena berbesar hati untuk membantu Jokowi dalam membangun bangsa," tambah pendukung lainnya.

Baca juga: PPP Sarankan Jokowi Tunjuk Wakil Menteri Agama untuk Dampingi Fachrul Razi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.