Wisatawan India Mulai Berdatangan, Asia Tenggara Harus Segera Bersiap

Kompas.com - 24/10/2019, 08:00 WIB
Para wisatawan mancanegara asal India mengunjungi salah satu pelataran obyek wisata Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (17/11/2015). KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoPara wisatawan mancanegara asal India mengunjungi salah satu pelataran obyek wisata Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (17/11/2015).

INDRA SQUARE MALL, Pratunam, Bangkok. Hujan turun sangat deras.

Tiga sahabat asal India—Rupesh, Ashish, dan Sourabh—berdiri di depan pintu masuk mal. Mereka tampak sedang merencanakan sesuatu.

Dua di antara mereka bekerja sebagai ahli teknologi informasi, dan satu orang lainnya merupakan seorang pengusaha. Dua tinggal di Mumbai dan satu berasal dari Hyderabad.

Mereka melakukan perjalanan ke ibu kota Thailand menggunakan maskapai berbiaya rendah AirAsia untuk menikmati liburan selama delapan hari di Negara Gajah Putih ini.

Mereka tampak siap berpetualang dengan kepandaian menggunakan teknologi dan aplikasi, seperti aplikasi tur dan travel asal Hong Kong, Klook. Aplikasi ini untuk mengakses transportasi umum, seperti bus dan taksi, serta untuk memesan hotel.

Mereka cukup kesulitan mencari makanan vegetarian. Namun, mereka tetap dapat menemukannya di beberapa restoran lokal, walau dengan harga yang lebih mahal. Padahal, mereka lebih suka menghabiskan uang mereka untuk berbelanja.

Baca juga: Indonesia Bidik Wisatawan India

Sourabh menceritakan kepada Tim Ceritalah tentang pengalaman liburannya. “Ini adalah perjalanan pertama kami ke luar India. Penerbangannya sangat terjangkau. Kami pergi ke Pattaya, Pulau Phi Phi, Phuket, dan Bangkok," katanya.

Namun, kata Sourabh, dirinya tidak terlalu menyukai Bangkok jika dibandingkan dengan tempat wisata lain yang telah kami kunjungi. Padahal, sebelumnya dia menyangka Bangkok akan lebih menyenangkan.

"Kehidupan malam di Pattaya cukup mengasyikkan. Di Phuket, kami menghabiskan waktu dengan melakukan snorkelling, berenang, dan bersantai di pantai,” katanya.

Ketiga pemuda itu sebenarnya merupakan bagian dari sebuah gelombang wisatawan yang akan mentransformasi industri pariwisata Asia Tenggara. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh wisatawan asal China sepuluh tahun lalu.

Pada dasarnya, orang-orang India kini mulai berwisata ke luar negeri. Meskipun saat ini jumlah kunjungan wisatawan India masih jauh di bawah wisatawan China, namun statistik menunjukkan tingkat pertumbuhan yang konsisten dan adanya potensi jangka panjang yang besar.

Pada 2018, terdapat 1,6 juta kunjungan wisatawan asal India ke Thailand, sementara wisatawan China masih mendominasi dengan 10,5 juta kunjungan.

Walau tahun lalu wisatawan asal India masih keenam terbesar (di belakang China, Malaysia, Korea Selatan, Laos, dan Jepang), namun pada 2019 India diprediksi menembus tiga besar dengan 1,8 juta kunjungan wisatawan. Pada 2030, diperkirakan wisatawan asal India akan mencapai 10 juta.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X