Kompas.com - 21/10/2019, 13:19 WIB

Bangunan tersebut kemudian mengalami peremajaan 1980-an silam, dan saat ini menjadi pusat kegiatan bagi komunitas Muslim Hong Kong yang berjumlah 300.000 orang.

Baik kantor Kepala Eksekutif yang merupakan jabatan Lam maupun kepolisian tidak memberikan pernyataan apa pun soal kunjungan hari ini.

Namun berdasarkan keterangan dari sumber internal penegak hukum, kemudian menyampaikan permintaan maaf dengan detil bakal diumumkan lebih lanjut.

Sudah lima bulan lamanya salah satu pusat finansial dunia itu digoncang oleh aksi protes yang awalnya menentang UU Ekstradisi.

Aksi yang di awal berlangsung damai, kemudian mengalami eskalasi dengan ada demonstran yang melemparkan bom molotov hingga batu ke arah polisi.

Aparat membalasnya dengan menembakkan peluru karet, gas air mata, meriam air, hingga yang terbaru ada polisi yang memakai peluru tajam.

Baca juga: Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.